Lewat Kopdes Merah Putih, Dinkop Jateng Gencarkan Gerakan Pangan Murah
- 14 Mar 2026 16:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Dinas Koperasi (Dinkop) dan Usaha Kecil Menengah UKM Jawa Tengah menggencarkan Gerakan Pangan Murah melalui jaringan Koperasi Desa Merah Putih untuk membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Eddy Sulistiyo Bramiyanto mengatakan, gerakan tersebut telah berjalan sekitar tiga minggu terakhir berkerjasama dengan Bulog. Program ini diharapkan mampu berkontribusi dalam mengendalikan harga sekaligus menekan laju inflasi di daerah jelang lebaran.
"Karena apapun juga menjelang lebaran itu biasanya kan konsumsinya itu masih meningkat, masih tinggi ya. Harapan kami apa yang disajikan oleh koperasi merah putih ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," harapnya saat menyambangi Gerakan Pangan Murah dan Koperasi Desa Merah Putih di Kelurahan Dadapsari Kota Semarang, Sabtu 14 Maret 2026.
Ia menjelaskan, koperasi menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga kompetitif yang berada di bawah harga pasar. Informasi mengenai harga yang lebih terjangkau inilah yang diharapkan turut memberikan rasa tenang kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain harga yang lebih murah, ketersediaan stok juga menjadi perhatian utama dalam program tersebut. Dengan stok yang tersedia dan terinformasi dengan baik, masyarakat diharapkan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
"Dan ini sudah terwujud nih, kami dengan dengan teman-teman hampir tadi 405 koperasi yang sudah berbisnis dengan bulog. Menjelang lebaran ini semua sudah melakukan kegiatan yang sama (gerakan pangan murah)," ujarnya.
Melalui gerakan ini, komoditas kebutuhan pokok tersedia untuk masyarakat seperti beras, minyak goreng, telur hingga bawang merah. Tersedia juga bahan kebutuhan lain seperti gula pasir, gula jawa hingga tepung dan mie instan.
Selain menjaga stabilitas harga, koperasi dan UMKM juga dinilai memiliki peran penting dalam menopang perekonomian daerah. Sebab, kontribusi koperasi dan UMKM di Jawa Tengah terhadap Produk Domestik Regional Bruto mencapai (PDRB) sekitar Rp292 triliun dari total Pendapatan PDRB sekitar Rp1.900 triliun.
Kontribusi tersebut setara dengan sekitar 15 persen dari total perekonomian daerah. Pemerintah pun mengapresiasi peran koperasi dan pelaku UMKM yang dinilai mampu menjaga ekonomi lokal sekaligus membantu mengendalikan harga kebutuhan pokok.
Keberadaan koperasi juga memberikan dampak sosial ekonomi yang luas bagi masyarakat. Melalui berbagai aktivitas usaha, koperasi turut membuka lapangan kerja yang berdampak pada penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan.
Salah satu warga Dadapsari, Ida, mengaku senang dengan kehadiran gerakan pangan murah di Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, harga berbagai kebutuhan pokok yang dijual di koperasi tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
"Beli gula pasir dan gula jawa harganya agak miring, gula pasir Rp17.500 kalau dipasar kan Rp18.500, Gula Jawa ya kacek adoh mbak, satu kilonya Rp20 ribu kalau dipasar Rp23 ribu," ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....