Jelang HUT RI, Pedagang Umbul – Umbul Asal Garut Ramaikan Jalanan Kudus
- 05 Agt 2026 15:38 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus – Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pemandangan khas kembali menghiasi sejumlah ruas jalan di Kabupaten Kudus. Pedagang umbul-umbul dan bendera Merah Putih musiman mulai bermunculan, mayoritas datang dari Kabupaten Garut dan Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk mengadu peruntungan selama bulan Agustus.
Fenomena ini hampir selalu hadir setiap tahun menjelang perayaan kemerdekaan. Beragam atribut bernuansa merah putih dijajakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mulai dari rumah tangga, perkantoran, hingga lingkungan RT yang bersiap menyemarakkan peringatan 17 Agustus.
Salah seorang pedagang di Jalan Jenderal Sudirman Kudus, Toni (44), mengaku telah tiba di Kudus pada 26 Juli dan mulai berjualan sehari setelahnya. Menurut warga Garut itu, penjualan paling ramai terjadi pada awal Agustus ketika antusiasme masyarakat mulai meningkat.
“Mulai jualan tanggal 27 Juli, yang paling ramai pembeli adalah pada tanggal 1-3 Agustus. Untuk yang ramai dibeli adalah umbul-umbul yang dipasang di bambu, tanggal 1–3 Agustus umbul-umbul yang terjual mencapai 80 pieces,” ujarnya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Toni mengatakan harga umbul-umbul yang dipasang pada bambu dijual antara Rp35 ribu hingga Rp40 ribu, bergantung ukuran. Sementara bendera Merah Putih dipasarkan seharga Rp20 ribu hingga Rp35 ribu, sedangkan umbul-umbul memanjang dibanderol sekitar Rp200 ribuan sesuai panjangnya.
Ia mengaku sudah sekitar sepuluh kali datang ke Kudus untuk berjualan atribut kemerdekaan. Baginya, momen menjelang HUT RI menjadi kesempatan rutin setiap tahun untuk mencari penghasilan di luar daerah asalnya.
Pedagang lainnya, Muhammad Rizal (25), juga datang dari Garut bersama puluhan rekannya yang memiliki profesi serupa. Ia berangkat sejak 23 Juli dan menempati rumah kos di Kudus selama musim penjualan berlangsung.
“Saya berjualan umbul-umbul di Kudus sudah dua kali ini. Saya menjual umbul-umbul milik kakak yang memiliki usaha konveksi di Garut. Untuk transportasi, uang kos, dan makan sudah ditanggung, sedangkan saya mencari keuntungan dari hasil penjualan,” katanya.
Meski sempat mengalami lonjakan pembeli pada 1 hingga 3 Agustus, Rizal menilai penjualan tahun ini belum sebaik tahun sebelumnya. Ia mengaku hingga awal Agustus baru sekitar 40 persen dagangannya terjual, lebih rendah dibanding tahun lalu yang mampu mencapai sekitar 80 persen selama periode yang sama. (RK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....