Pencarian Dua Penambang Hanyut di Sungai Senowo Dihentikan

  • 10 Mar 2026 16:04 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Magelang - Pencarian terhadap dua penambang pasir yang hanyut diterjang lahar dingin sungai Senowo Muntilan Kabupaten Magelang, akhirnya pada Senin 9 Maret 2026 sore resmi dihentikan setelah tujuh hari pencarian tidak membuahkan hasil. Area pencarian yang luas dan permukaan bantaran sungai yang tertutup pasir tebal menjadi kendala bagi tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono mengatakan, telah berupaya melakukan pencarian bersama tim SAR gabungan. Melalui Unit Siaga SAR Borobudur telah dilakukan penyisiran area sungai dan juga hingga mengerahkan empat alat berat, namun usaha tim belum membuahkan hasil.

“Kami telah mengerahkan empat alat berat berupa excavator untuk membantu membuka tumpukan pasir di area diduga korban berada. Namun luasnya area pencarian membuat usaha tim hingga kini belum membuahkan hasil,” terang Budiono dalam rilisnya, Selasa 10 Maret 2026.

Menurut dia, pencarian sendiri dilakukan dengan memaksimalkan eksavator disekitar LKK sampai DAM 1 kurang lebih 600 meter Termasuk juga disekitar titik penemuan korban atas nama Heru sejauh 300 meter.

Selain itu juga dilakukan penyisiran berulang dari DAM 3 sejauh 1 km ke arah hilir dengan lebih teliti. Namun tanda-tanda keberadaan 2 korban hingga hari ke tujuh pencarian belum juga terdeteksi.

“Setelah kami berdialog dengan semua unsur yang terlibat serta dengan perwakilan keluarga korban, maka disepakati proses pencarian pada hari ini, Senin 9 Maret 2026 resmi dihentikan dan ditutup. Untuk status kedua korban atas nama Maryuni dan Hasyim kami nyatakan belum ditemukan,” imbuh Budiono.

Namun apabila ada warga yang mengetahui atau menemukan keberadaan kedua korban, maka silahkan hubunginya melalui Unit Siaga SAR Borobudur Tim SAR siap untuk melakukan evakuasi.

“Untuk tim SAR gabungan kami ucapkan terimakasih atas kerjasamanya dan kami harapkan apabila ada laporan penemuan agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras yang melanda kawasan Puncak Gunung Merapi pada selasa 3 Maret 2026 siang hingga sore menyebabkan banjir lahar dingin di aliran sungai Senowo (sisi barat daya Merapi) Magelang. Akibatnya, tiga kendaraan truk penambang pasir hanyut, tiga alat berat serta 12 truk lainnya terjebak material lahar dingin.

Selain itu juga lima orang penambang yang sedang beraktivitas di area bantaran sungai Senowo juga terseret arus lahar dingin. Adapun nama-nama kelima penambang pasir adalah Maryuni, Heru, Hasyim dan Fuad yang semuanya merupakan warga Kabupaten Magelang dan Iman Setiawan (21) warga Kelurahan Karanganyar Kecamatan Tugu Kota Semarang.

Jasad Iman sendiri ditemukan langsung pada selasa malam sesaat setelah kejadian. Sedangkan Jasad Heru dan Fuad baru berhasil ditemukan di hari kedua pencarian pada rabu pagi, sehingga masih ada dua korban lagi atas nama Hasyim dan Maryuni yang belum ditemukan hingga saat ini. (ryc)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....