DPUPR Purworejo Targetkan H-7 Lebaran Selesaikan Perbaikan Jalan

  • 06 Mar 2026 07:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo melakukan penambalan ruas jalan kabupaten, terutama jalur alternatif dan jalur pintas, dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Purworejo, Muhammad Ngadnan, menyampaikan, pihaknya telah melaksanakan pemeliharaan di beberapa ruas prioritas sejak akhir pekan lalu.

“Penanganan dengan campuran aspal panas (JAP) sudah kami laksanakan dan Alhamdulillah terselesaikan sampai wilayah Kemiri di sisi barat. Di wilayah UPT Loano, DPUPR juga menyelesaikan perbaikan ruas Tumbakanyar–Banyuasin hingga perbatasan Banyuasin–Pagerharjo Kulon Progo," kata Ngadnan saat dikonfirmasi pada Kamis, 5 Maret 2026.

Selain itu, di Kecamatan Gebang, ruas Seren–Winong sepanjang kurang lebih 1 kilometer yang sebelumnya mengalami kerusakan juga telah diperbaiki. "Jalur ini dinilai penting sebagai akses alternatif dari wilayah barat menuju Magelang maupun Semarang melalui sisi utara," ungkapnya.

Ngadnan menambahkan, untuk wilayah selatan yakni ruas Jenar–Angkruk Ketip di Kecamatan Purwodadi yang terhubung ke Sangubanyu akan menjadi prioritas awal. Selanjutnya, ruas Purwodadi–Krendetan yang merupakan jalur pintas dari jalan nasional menuju Purwodadi dan Ngombol juga akan segera ditangani.

"Wilayah perkotaan, perbaikan difokuskan pada ruas-ruas berlubang yang membutuhkan penanganan cepat. Salah satunya Jalan WR Supratman, mulai dari Patung WR Supratman ke arah timur hingga jalan provinsi menuju Kaligesing," kata Ngadnan.

Selain campuran aspal panas, sejumlah ruas juga diperbaiki menggunakan konstruksi lapen (lapis penetrasi) atau aspal bakar. Di antaranya ruas Tegal Miring–Miyono di Desa Seboro Krapyak (UPT Purwodadi), Pituruh–Kesawen (UPT Kemiri), Kaliboto–Guntur (UPT Loano), serta Pucangagung–Winong (UPT Kutoarjo).

"Khusus ruas Winong–Pucangagung yang kondisinya cukup parah, perbaikan dilakukan untuk mendukung kelancaran kendaraan yang memotong jalur dari jalan nasional menuju alternatif Seren dan Gebang," terangnya.

DPUPR menargetkan maksimal H-7 Lebaran seluruh UPT dapat menyelesaikan sedikitnya lima ruas prioritas. Namun melihat progres yang cukup cepat—tiga ruas terselesaikan dalam empat hari—jumlah tersebut berpotensi bertambah. “H-7, kami optimistis masing-masing UPT bisa menyelesaikan hingga 9–10 ruas, tentu dengan tetap melihat kondisi di lapangan,” tegas Ngadnan.

Untuk ruas yang tidak masuk pemeliharaan besar, penanganan sementara dilakukan menggunakan asbuton atau CPHMA guna menutup lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Dalam pelaksanaannya, DPUPR menghadapi sejumlah kendala, di antaranya padatnya arus lalu lintas di ruas utama yang diperbaiki pada siang hari. Selain itu faktor cuaca, hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir sempat mengurangi efektivitas pekerjaan.

“Beberapa titik yang sudah kami perbaiki tetap utuh meski terkena hujan. Namun terkadang muncul lubang baru di sisi retakan yang sebelumnya sudah ada,” jelasnya

Untuk mendukung pemeliharaan menjelang mudik, DPUPR mengalokasikan anggaran cukup besar. Kontrak pengadaan campuran aspal panas (JAP) disepakati senilai Rp3,8 miliar, dengan estimasi sekitar setengahnya dapat direalisasikan sebelum Lebaran dan sisanya dilanjutkan setelahnya.

"Pengadaan material lapen di lima UPT masing-masing sekitar Rp180 juta atau total hampir Rp800 juta. Selain itu, pengadaan aspal drum untuk kegiatan pemeliharaan lapen mencapai kurang lebih Rp2,5 miliar," jelasnya.

Ngadnan mengakui waktu persiapan cukup mepet karena proses pengadaan baru dapat berjalan optimal pada akhir Februari, sementara Lebaran tahun ini jatuh lebih awal di bulan Maret.(Agus)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....