Ahmad Luthfi Bantah Pengakuan Fadia Arafiq, Catut Namanya Saat OTT KPK
- 04 Mar 2026 20:59 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menepis kabar yang menyebut dirinya berada bersama Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat operasi tangkap tangan (OTT) KPK berlangsung. Ia memastikan tidak pernah terlibat ataupun berada di lokasi penindakan sebagaimana isu yang berkembang.
Nama Ahmad Luthfi sempat disebut Fadia Arafiq ketika menjalani pemeriksaan oleh KPK. Hal itu kemudian memunculkan persepsi di masyarakat bahwa keduanya berada dalam satu peristiwa yang sama saat OTT terjadi.
Luthfi menegaskan dirinya tidak mengetahui adanya operasi tersebut sebelumnya. "Saya malah baru tahunya pas Selasa pagi dari media," kata Ahmad Luthfi, Rabu, 4 Maret 2026.
Ia membenarkan, pada Senin malam, memang ada pertemuan di kediamannya. Namun, menurutnya, pertemuan itu dihadiri sejumlah kepala daerah lain dan membahas perkembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Senin malam itu saya ada acara buka bersama teman-teman Ansor, setelah itu Bupati Pekalongan, Tegal dan Wakil Bupati Purbalingga laporan progres MBG. Kemudian, Bu Fadia minta izin ndak bisa ikut rakor pada hari Selasa bersama Pak Menteri, setelah selesai, masing-masing pulang," jelas Luthfi.
Ia menilai kejadian tersebut menjadi pengingat bagi para kepala daerah agar lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjutnya, telah bekerja sama dengan KPK dalam upaya pencegahan korupsi melalui penguatan integritas.
Langkah pencegahan dilakukan lewat pembinaan kepada kepala daerah dan anggota DPRD serta penguatan komitmen pada peringatan Hari Antikorupsi. Ia juga menekankan pentingnya menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
"Harus jadi contoh yang baik, dengan cara apa? Ya birokrasi yang sehat, bersih dan sesuai rule of law," ujarnya.
Di sisi lain, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu menyatakan, tidak ada informasi yang menunjukkan OTT dilakukan bersama Gubernur Jawa Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan untuk meluruskan spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.
"Selama kami di posko, tidak ada informasi itu. Di posko itu kami komunikasi terus dengan petugas yang di lapangan," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....