Pemerintah Tanggani 46 Titik Macet dan 23 Bencana Jalur Mudik Jateng
- 03 Mar 2026 09:50 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah mulai memetakan zona merah lalu lintas di wilayah Jawa Tengah menjelang arus mudik Lebaran 2026. Sebanyak 46 titik rawan kemacetan dan 23 titik rawan bencana di jalur nasional kini menjadi fokus pengawasan ketat untuk menjamin kelancaran pergerakan pemudik.
Langkah pemetaan ini diambil sebagai respons atas potensi lonjakan volume kendaraan sekaligus antisipasi cuaca ekstrem yang masih mengancam. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng–DI Yogyakarta mencatat kerawanan ini tersebar merata di jalur Pantura, jalur tengah, hingga jalur selatan.
Kepala BBPJN Jateng–DIY, Moch Iqbal Tamher, mengungkapkan bahwa mayoritas simpul kemacetan berada di lokasi yang bersinggungan langsung dengan aktivitas masyarakat lokal. Pasar tumpah, perlintasan sebidang kereta api, serta akses keluar-masuk pintu tol menjadi titik paling krusial yang diprediksi bakal memicu antrean panjang.
"Prioritas pantura ya, penanganan di Pemalang, Batang, Pekalongan, Kendal terutama kaligawe, itu mungkin tanggal 11 sudah berfungsi nanti," ujarnya dalam rilis Selasa 3 Maret 2026.
Iqbal menegaskan, jalur Pantura tetap menjadi koridor paling vital karena beban kendaraannya yang sangat kompleks. Tidak hanya dipadati mobil pribadi pemudik dari arah Barat, jalur ini juga tetap menjadi urat nadi utama bagi armada logistik dan bus antarkota.
Ia juga menyampaikan, sejumlah ruas yang rawan banjir antara lain Jalan Kaligawe dan Sayung di perbatasan Kota Semarang–Demak, serta Jalan Walisongo di Kota Semarang. Selain itu, potensi genangan juga teridentifikasi di ruas Pemuda Brebes, Prupuk–Batas Tegal/Banyumas, hingga Palur–Sragen.
Untuk memperkuat pengamanan, BBPJN menyiapkan 18 posko Lebaran di berbagai koridor strategis jalur nasional Jawa Tengah. Posko tersebut tersebar mulai dari Pantura barat, Pantura tengah dan timur, hingga jalur tengah dan selatan.
Seluruh posko dilengkapi personel teknis dan peralatan untuk mempercepat respons jika terjadi kerusakan jalan maupun gangguan lalu lintas. Selain itu, empat Unit Pelaksanaan Peralatan Disaster Relief Unit disiagakan di Pekalongan, Karangjati, Buntu, dan Yogyakarta.
"Jadi kalau terjadi gangguan besar seperti banjir atau longsor, alat sudah siap digerakkan,” kata Iqbal.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan kesiapan daerahnya menyambut pemudik Lebaran 2026. Ia menyebut perbaikan dan pemeliharaan jalan terus dikebut mengingat Jawa Tengah menjadi wilayah utama perlintasan nasional.
“Kita mempunyai jalan hampir 2.200 kilometer yang menjadi kewenangan provinsi. Tingkat kemantapan jalan provinsi 94 persen. Tahun 2026 fokus pada perawatan,” ujarnya.
Luthfi juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem menjelang arus mudik dan balik. Koordinasi lintas sektor dinilai krusial agar risiko kemacetan dan bencana di jalur nasional dapat ditekan semaksimal mungkin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....