Pengguna QRIS Jateng Bertambah Hampir Sejuta, Transaksi Digital Digenjot
- 25 Feb 2026 23:36 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Jumlah pengguna baru Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Jawa Tengah sepanjang Januari 2026 tercatat hampir menembus satu juta orang. Peningkatan ini menandakan percepatan transformasi transaksi keuangan digital di wilayah ini kian dikebut.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah, Nita Rachmenia, mengatakan pertumbuhan sistem pembayaran digital terus menunjukkan tren positif. Kinerja tersebut didukung sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
Secara kanal, transaksi melalui ATM dan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) seperti kartu kredit, kartu debit, serta uang elektronik mengalami peningkatan baik dari sisi volume maupun nominal. QRIS juga mencatat pertumbuhan signifikan sebagai instrumen pembayaran digital yang semakin diminati masyarakat.
Menurut Nita, infrastruktur yang disiapkan Bank Indonesia turut menopang pertumbuhan tersebut. Hal ini tercermin dari transaksi yang dilayani melalui RTGS dan SKNBI yang tetap tumbuh terjaga.
Dari sisi pengguna, Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi dengan jumlah pengguna QRIS terbanyak ketiga secara nasional.
Pertumbuhan pengguna mencapai sekitar 8 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan Januari tahun lalu. “Ini artinya terdapat kurang lebih kalau 8,3 sekitar berapa pengguna baru 8% nya ya 8, hampir 1 juta pengguna kurang lebih 800.000 pengguna baru sampai dengan posisi di di Januari 2026 ini,” ujarnya saat media briefing di kantornya, Rabu 25 Februari 2026.
Tak hanya dari sisi pengguna, volume transaksi QRIS Jawa Tengah juga menjadi yang terbaik ketiga di Indonesia. Sementara dari sisi merchant, Jawa Tengah menempati posisi keempat secara nasional.
Menariknya, lebih dari 72 persen merchant QRIS di Jawa Tengah berasal dari segmen UMKM. Kondisi ini dinilai mendorong inklusi keuangan digital yang semakin luas di berbagai lapisan masyarakat.
“Jadi alhamdulillah dengan krisis ini keuangan digital akan bisa semakin inklusif sehingga bisa benar-benar membantu masyarakat di berbagai lapisan khususnya di di UMKM,” katanya.
Khusus selama Ramadan, BI Jawa Tengah menggencarkan perluasan akseptasi QRIS melalui berbagai sinergi. Upaya tersebut dilakukan bekerja sama dengan perbankan dan dinas terkait di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah perluasan penggunaan QRIS bagi pedagang kaki lima di kawasan Car Free Day (CFD). Program percontohan ini telah dilaksanakan pada 1 Februari lalu dan akan direplikasi di sejumlah titik CFD lainnya.
Selain itu, BI juga memperkuat elektronifikasi transaksi keuangan pemerintah daerah. Sinergi tersebut dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota, termasuk melalui kolaborasi dalam berbagai agenda daerah.
Dalam forum High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (HLM TP2DD), seluruh pemerintah daerah di Jawa Tengah didorong meningkatkan transaksi non-tunai. Digitalisasi dilakukan baik pada sisi penerimaan pajak dan retribusi maupun belanja daerah melalui instrumen seperti Kartu Kredit Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....