Kondisi Rumah Warga Susukan Reyot, Gubernur Jateng Pastikan Rehab Tahun ini

  • 24 Feb 2026 22:54 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau rumah tidak layak huni (RTLH) milik Hartato di Desa Tawang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Selasa 24 Februari 2026. Kunjungan itu memastikan langsung kondisi rumah yang akan masuk program perbaikan RTLH tahun ini.

Rumah berukuran sekitar 8 x 12 meter itu dihuni empat orang dengan kondisi memprihatinkan. Lantainya masih tanah, dinding papan dan gedek, sementara rangka atap lapuk serta bocor saat hujan.

Bangunan itu juga belum memiliki kamar mandi sehingga penghuni masih menumpang ke tetangga untuk mandi dan buang air. Saat hujan deras, rumah bahkan terlihat miring dan rawan ambruk.

Saat masuk ke dalam rumah, gubernur menginjak lantai tanah yang lembap sambil meneliti setiap sudut bangunan. Pandangannya berhenti pada atap rapuh dan dinding kayu yang tidak lagi rata.

“Kalau hujan gimana, Pak?” tanya gubernur kepada Hartato. “Kalau hujan deras, miring, Pak. Kadang bocor juga,” jawab Hartato pelan di samping istri dan anaknya.

Gubernur menilai kondisi tersebut tak bisa dibiarkan karena membahayakan penghuni. Ia memastikan rumah itu segera direhabilitasi melalui program RTLH pada 2026.

Perbaikan meliputi pembangunan dinding permanen, penggantian rangka dan genteng, plester lantai, serta pembangunan kamar mandi. Ukuran rumah akan disesuaikan menjadi 7 x 9 meter agar lebih kokoh dan layak huni.

Pada kesempatan itu, Hartato menerima bantuan simbolis Rp20 juta untuk mendukung proses renovasi. Bantuan tersebut menjadi bagian percepatan penanganan RTLH di Jawa Tengah bagi warga berpenghasilan rendah.

“Sudah, nanti bapak yang tenang. Kita buat permanen, lantainya diplester, atap diganti, kamar mandi harus ada. Rumah itu harus aman dan sehat,” tegas gubernur.

Hartato mengaku bersyukur atas bantuan tersebut karena selama ini belum mampu memperbaiki rumah akibat keterbatasan ekonomi. Ia berharap setelah direnovasi, keluarganya tak lagi waswas setiap kali hujan deras mengguyur.

"Kalau hujan deras rasanya was-was, karena kondisi rumah sudah doyong (miring). Semoga nanti setelah diperbaiki lebih nyaman,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....