Strategi Baru Kabupaten Pati usai Peroleh Status Kreatif
- 24 Feb 2026 13:40 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Pati : Pemerintah Kabupaten Pati resmi menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan daerah pasca ditetapkan sebagai Kabupaten Kreatif. Status ini menjadi momentum besar untuk memperkuat potensi lokal yang kini mulai dikenal hingga ke mancanegara.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa pembangunan daerah akan bertumpu pada identitas Padi sebagai kekuatan utama. Ia mengungkapkan rasa bangganya karena identitas tersebut telah menjadi bahan perbincangan di forum internasional.
“Teman saya baru pulang dari Jerman dan peserta forum sudah menanyakan Padi. Indonesia kini bukan hanya dikenal karena Bali, tetapi juga karena Padi,” kata Risma saat menerima audiensi Pengurus Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kabupaten Pati di Ruang Kembangjoyo Setkab Pati, Selasa 24 Februari 2026.
Risma menilai promosi positif harus terus diperkuat agar dampak ekonomi kreatif dapat dirasakan langsung oleh para pelaku usaha dan masyarakat luas. Sebagai langkah konkret, Pemkab Pati berencana menggelar festival budaya dan ekonomi kreatif secara rutin setiap bulan. Rangkaian kegiatan ini direncanakan mencapai puncaknya pada pertengahan tahun dengan melibatkan penuh komunitas seni, pelaku UMKM, hingga generasi muda.
| Baca juga: Pati Gaungkan Gerakan Anti Korupsi |
Dalam kesempatan tersebut, Risma juga mengajak peran aktif media massa untuk membangun optimisme publik melalui pemberitaan yang konstruktif dan berimbang demi menjaga citra daerah. “Kita semua hidup dari Pati, jadi mari menjaga kondusivitas dan tidak terus menerus mengangkat sisi negatif,” ujarnya.
Konsep pengembangan Kabupaten Kreatif ini akan mengedepankan kolaborasi lintas sektor tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan. Pemkab akan menggandeng organisasi ekonomi kreatif, pelaku usaha, serta komunitas pertunjukan untuk memperluas jangkauan dampak kegiatan.
Selain agenda hiburan dan ekonomi, Pemkab Pati juga menekankan pentingnya penguatan sejarah dan budaya lokal sebagai fondasi identitas. Edukasi mengenai akar budaya ini nantinya akan diintegrasikan ke dalam kegiatan sekolah dan ruang publik agar generasi muda tetap mencintai jati diri daerahnya..(APB)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....