Harga Telur Anjlok, Pakan Naik, Peternak Pati Tuntut Pemerintah Bertindak

  • 11 Agt 2026 09:11 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Peternak Ayam di Kabupaten Pati Protes Harga Telur Anjlok

RRI.CO.ID, Pati : Peternak ayam mandiri di Kabupaten Pati menuntut perbaikan harga telur dan penurunan harga pakan yang dinilai semakin menekan biaya produksi. Tuntutan tersebut disampaikan dalam aksi di kompleks Pemerintah Kabupaten Pati, Senin 10 Agustus 2026.

Koordinator aksi, Dwi Agus Siswanto, mengatakan anjloknya harga telur di tingkat peternak bersamaan dengan kenaikan harga pakan membuat peternak mandiri semakin tertekan. Kondisi tersebut menjadi pemicu utama peternak menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Pati.

"Harga pakan terus naik sementara harga telur di tingkat peternak justru anjlok jauh di bawah biaya produksi. Kondisi ini membuat peternak mandiri semakin terjepit dan terancam gulung tikar," kata Dwi Agus di sela-sela aksi di depan Kantor Bupati Pati Pati, Senin, 10 Agustus 2026.

Selain meminta perbaikan harga telur, peternak menuntut penurunan harga pakan serta kenaikan harga daging ayam agar usaha mereka tetap bertahan. Mereka juga meminta penghapusan monopoli impor bahan baku pakan yang dinilai perlu dilakukan untuk menekan biaya produksi peternak mandiri.

Dalam aksi tersebut, kekecewaan peternak dilampiaskan dengan memecahkan dan melempar telur ke gedung di kompleks Pemkab Pati. Peternak juga melepas puluhan ekor ayam di halaman Setda Pati sebagai bentuk protes terhadap kondisi usaha peternakan yang mereka hadapi.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menemui massa aksi dan merespons keluhan peternak terkait anjloknya harga telur. Pemerintah Kabupaten Pati menyatakan akan mendorong penyerapan telur produksi peternak lokal untuk membantu meningkatkan harga jual.

"Kami akan mengarahkan seluruh SPPG di wilayah Pati untuk membeli telur produksi peternak lokal guna mendongkrak harga jual. Persoalan harga pakan yang membebani peternak juga akan kami teruskan kepada pemerintah pusat," ujar Risma di hadapan massa aksi.

Pemkab Pati juga mengagendakan pertemuan antara peternak, pengelola SPPG, dan pihak terkait paling lambat 31 Agustus mendatang. Massa kemudian membubarkan diri setelah mendengar komitmen penanganan atas anjloknya harga telur dan melonjaknya harga pakan.

Peternak mengancam kembali turun ke jalan dengan massa lebih besar jika harga telur tak kunjung membaik. Mereka berharap langkah pemerintah dapat segera berdampak terhadap harga jual telur dan biaya produksi sehingga keberlangsungan usaha peternak mandiri tetap terjaga.(agp)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....