Marak Kasus Bullying, Taj Yasin Minta Pencegahan Dimulai dari Sekolah dan Keluarga
- 07 Agt 2026 14:44 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta penguatan upaya pencegahan perundungan dari lingkungan sekolah hingga keluarga merespons maraknya kasus bullying di Jawa Tengah.
- Kasus dugaan perundungan terhadap siswa MTs di Kabupaten Pati dan kasus serupa di Kabupaten Pemalang menjadi pendorong peningkatan upaya pencegahan.
- Penanganan perundungan tidak cukup dilakukan setelah kejadian terjadi; sistem pencegahan yang melibatkan sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar anak lebih penting untuk dibangun.
RRI.CO.ID, Semarang - Maraknya kasus perundungan yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah mendorong Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta upaya pencegahan diperkuat dari lingkungan sekolah hingga keluarga. Pernyataan itu disampaikan menyusul munculnya kasus dugaan perundungan terhadap siswa MTs di Kabupaten Pati dan kasus serupa di Kabupaten Pemalang.
Taj Yasin menegaskan, penanganan kasus bullying tidak cukup dilakukan setelah kejadian terjadi. Langkah yang lebih penting adalah membangun sistem pencegahan yang melibatkan sekolah, orang tua, dan lingkungan sekitar anak.
“Bullying ini menjadi PR kita bersama. Bukan hanya di sekolah-sekolah, tetapi juga sampai ke pesantren. Karena itu, kita harus betul-betul melakukan langkah pencegahan dan edukasi,” kata Taj Yasin usai menghadiri Rapat Koordinasi Daerah Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Kamis 6 Agustus 2026.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Tenaga pendidik perlu dibekali kemampuan untuk mengenali dan mencegah potensi perundungan sejak dini.
"Kemarin saat Rapat Koordinasi PAUD, kami menyampaikan bahwa salah satu yang harus dibekali kepada para guru adalah bagaimana menciptakan suasana yang nyaman bagi anak-anak. Jangan sampai mereka diberikan beban yang berlebihan,” ujarnya.
Begitu juga, keluarga juga memiliki peran besar dalam membentuk perilaku anak sebab pendidikan karakter dimulai dari rumah melalui pola asuh yang baik dan komunikasi yang terbuka. Taj Yasin juga menekankan pentingnya komunikasi yang intensif antara sekolah dan orang tua.
“Kita harapkan sekolah-sekolah memiliki komunikasi yang baik dengan orang tua. Bagaimana perilaku anak di sekolah dan bagaimana perilaku mereka di rumah harus saling diketahui. Dengan begitu, potensi bullying bisa ditekan sejak dini,” ujar Taj Yasin.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus memperkuat pendidikan karakter melalui berbagai program. Salah satunya melalui Forum Anak Pesantren yang menjadi wadah edukasi dan partisipasi anak dalam membangun lingkungan yang ramah dan bebas kekerasan.
Ia menjelaskan, setiap kasus perundungan perlu dianalisis secara menyeluruh untuk mengetahui akar persoalannya. Sebab, perilaku bullying tidak selalu bermula dari lingkungan sekolah, tetapi bisa berasal dari lingkungan sosial maupun keluarga.
“Permasalahan itu harus kita analisis. Jangan-jangan sumbernya ada di lingkungan sekitar, kemudian terbawa ke sekolah. Karena itu, penanganannya tidak bisa hanya dilakukan di lingkungan sekolah saja,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....