Samuel Wattimena Dorong Seni Bermakna dan Komunikatif

  • 21 Feb 2026 15:02 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena mendorong para pelaku seni dan kebudayaan menghadirkan karya yang tidak hanya indah, tetapi juga bermakna dan komunikatif bagi masyarakat. Hal itu disampaikannya dalam sarasehan bersama komunitas, pemuda, dan pelaku seni yang tergabung dalam Jejaring Kolektif Semarang Serasi di Hills Joglo Villa, Kabupaten Semarang, Sabtu 21 Februari 2026.

Dalam forum tersebut, Samuel mengaku senang dapat bertemu langsung dengan berbagai komunitas lintas bidang. Ia menegaskan, seni seharusnya tidak berhenti pada ekspresi personal, melainkan mampu memberi makna dan menjadi “makanan jiwa” bagi masyarakat.

“Jangan hanya seni untuk kesenangan. Seni harus memiliki makna, sehingga masyarakat dapat memahami dan merasakan pesan yang ingin disampaikan,” ujar Samuel dalam rilisnya.

Ia mencontohkan mural-mural di Desa Lerep, perlu dilengkapi narasi singkat atau penjelasan agar pengunjung tidak hanya menikmati keindahannya Namun juga memahami pesan yang dikandungnya.

Ia bahkan mengusulkan pemanfaatan teknologi seperti kode QR untuk memberikan informasi kontekstual mengenai karya tersebut. Pelaku seni diminta tidak terjebak pada ego berekspresi dan harus menjadi kekayaan bersama yang dapat dipahami dan dirasakan masyarakat luas.

Ia menilai di tengah situasi bangsa yang penuh tantangan, seni dan kebudayaan dapat menjadi penyeimbang sosial. Di sisi lain, Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Semarang, Dimas Herdy Utomo, menyambut positif pertemuan tersebut.

Ia menyebut forum lintas komunitas menjadi ruang penting untuk membangun perspektif bersama tentang bagaimana komunitas dapat tumbuh secara kolektif dan berkelanjutan. Kehadiran Samuel menjadi jembatan baginya untuk mengelaborasi kebutuhan komunitas. Banyak gagasan luar biasa yang perlu dipromosikan dan dipasarkan agar berdampak lebih luas,” ujarnya.

Dimas menegaskan, komite tidak memposisikan diri sebagai pihak yang menyelesaikan seluruh persoalan, melainkan sebagai pendamping yang mengurai persoalan bersama komunitas dari akar rumput. Ia menilai, selama ini terdapat jarak antara pemerintah daerah dan komunitas karena minimnya ruang dialog.

Sementara itu, Koordinator Jejaring Kedungsepur Komite Ekonomi Kreatif Jawa Tengah sekaligus Ketua Semarang Creative Consortium, Tries Supardi, menekankan pentingnya penguatan kapasitas komunitas. Pelaku ekonomi kreatif perlu dibekali keterampilan bisnis, produktivitas, dan manajerial agar mampu bertahan dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Sarasehan tersebut dihadiri berbagai komunitas dan kolektif di Kabupaten Semarang. Forum ini menjadi langkah awal memperkuat jejaring kolektif sekaligus membangun kolaborasi yang lebih solid antara komunitas, pemerintah, dan para pemangku kebijakan dalam mendorong kemajuan ekonomi kreatif di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....