Ratusan Guru PAUD Jateng Belajar Coding-Robotik, Siapkan Anak di Era Digital
- 03 Jun 2026 21:02 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Lebih dari 400 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari berbagai daerah di Jawa Tengah mendapatkan pelatihan coding dan robotik untuk diterapkan dalam pembelajaran di sekolah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan anak-anak agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi sejak usia dini.
Pelatihan yang digelar di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Rabu, 3 Juni 2026 itu, mengusung tema Praktik Pembelajaran Mendalam, Coding, dan Robotik Berbasis STEAM. Kegiatan tersebut diinisiasi Bunda PAUD Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jawa Tengah dan Rumah Edukasi.
Menurut Nawal, pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masa depan. Karena itu, pengenalan coding dan robotik sejak dini tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus direspons dunia pendidikan.
Ia menjelaskan, teknologi dapat menjadi sarana efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan sistematis pada anak. Selain itu, pembelajaran berbasis teknologi juga membantu meningkatkan kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan kerja sama dalam tim.
Nawal menegaskan bahwa pengenalan coding tidak selalu identik dengan penggunaan komputer atau perangkat digital yang rumit. Berbagai konsep pemrograman dapat dikenalkan melalui permainan edukatif yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak.
"Pada kegiatan hari ini kita tadi memiliki empat tagar. Satu kerja sama, tidak dengan gawai, kemudian juga antiperundungan, dan bijak digital,” ungkap istri Wagub Jateng tersebut.
Melalui pendekatan tersebut, anak-anak tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga nilai-nilai karakter. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk menumbuhkan semangat kolaborasi, mencegah perundungan, serta membangun budaya digital yang sehat dan bertanggung jawab.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025. Regulasi tersebut mengatur pengintegrasian pembelajaran koding dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence dalam kurikulum pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA.
Nawal berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti di ruang pelatihan. Para guru dan kepala sekolah diharapkan mampu mengimplementasikan metode pembelajaran tersebut di sekolah masing-masing.
Menurutnya, literasi digital harus dibangun sejak dini agar anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka juga perlu dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi secara kreatif, produktif, dan bertanggung jawab.
"Di era digital pada saat ini, anak-anak harus adaptif. Dia juga harus menjadikan teknologi sebagai sesuatu yang positif,” tegas Nawal.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mulai dari pemrograman dasar tanpa komputer atau unplugged coding hingga praktik robotik sederhana. Materi juga mencakup penguatan logika, matematika, dan kemampuan menyelesaikan masalah secara sistematis.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sunarto mengatakan pengenalan berpikir komputasional perlu dilakukan sejak usia dini melalui metode yang menyenangkan. Pendekatan tersebut dinilai efektif karena sesuai dengan karakteristik belajar anak yang mengutamakan aktivitas bermain.
Menurut Sunarto, robotik dan coding sederhana dapat menjadi media pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan logika sekaligus keterampilan sosial dan emosional anak. Melalui kegiatan bermain, anak dapat belajar menyusun pola pikir yang runtut dan terstruktur.
“Melalui pendekatan STEAM, kegiatan robotik dan coding tidak hanya mengenalkan teknologi. Akan tetapi juga mengintegrasikan unsur sains, rekayasa, seni, dan matematika, ke dalam pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak usia dini,” jelas Sunarto.
Salah satu peserta, Guru TK Negeri Pembina Kabupaten Batang Alim Sri Mardiyani, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari pelatihan tersebut. Ia menilai pemanfaatan teknologi mampu meningkatkan minat belajar anak karena materi dapat disampaikan melalui video, permainan, dan media interaktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....