Gubernur Jateng Tinjau Pasar, Harga Terkendali Kecuali Cabai
- 20 Feb 2026 14:43 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Projo Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat 20 Februari 2026. Dalam tinjauan tersebut, ditemukan mayoritas harga komoditas relatif terkendali, namun harga cabai tercatat mengalami kenaikan signifikan.
Saat sidak, Gubernur Ahmad Luthfi berdialog dengan pedagang dan pembeli untuk memastikan stok dan stabilitas harga selama Ramadan. Ia menegaskan pemerintah harus responsif terhadap gejolak harga di lapangan.
Berdasarkan pantauan, harga cabai rawit merah menembus rata-rata Rp80 ribu per kilogram di tingkat konsumen. Angka itu berada di atas harga acuan pembelian, sementara komoditas lain masih dalam batas aman. "Koordinasi dengan dinas atau instansi terkait," kata Luthfi setelah mendengar keluh kesah pedagang.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Ia menginstruksikan BUMD Jateng Agro Berdikari melakukan operasi pasar. Langkah itu ditempuh untuk menekan lonjakan harga dan menjaga daya beli masyarakat.
Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan 308 kali Gerakan Pangan Murah hingga Maret 2026 di seluruh kabupaten/kota. Program tersebut difokuskan pada stabilisasi harga dan memastikan keterjangkauan bahan pokok.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Sri Broto Rini, menyatakan stok 12 komoditas strategis dalam kondisi aman. Jawa Tengah bahkan mengalami surplus beras, meski permintaan meningkat menjelang hari besar keagamaan.
Rini menjelaskan, kenaikan cabai dipicu tingginya permintaan dari luar daerah, terutama Jakarta yang harganya mencapai sekitar Rp100 ribu per kilogram. Kondisi itu mendorong distribusi keluar daerah sehingga harga di Jateng ikut terdongkrak. "Akibatnya harga di Jawa Tengah ikut naik juga meskipun tidak signifikan seperti di Jakarta," ujarnya.
Sebagai bentuk intervensi, Pemprov menugaskan Jateng Agro Berdikari menjual cabai seharga Rp65 ribu per kilogram melalui skema subsidi. Kebijakan ini diharapkan menahan lonjakan harga sekaligus menjaga inflasi tetap terkendali selama Ramadan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....