Kabupaten Semarang Rintis Pokja Pendidikan Inklusif Pertama

  • 15 Feb 2026 06:48 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Kabupaten Semarang merintis pembentukan kelompok kerja (pokja) pendidikan inklusif yang digadang sebagai yang pertama di Indonesia. Hal itu diungkapkan Ketua Forum Pendidik Madrasah Inklusif Nasional, Supriono di sela acara Gebyar Pendidikan Inklusif di pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Kabupaten Semarang, Sabtu, 14 Februari 2026.

Pokja ini akan menjadi wadah koordinasi lintas sektor. Hal tersebut diharapkan dapat memperkuat penyelenggaraan pendidikan ramah bagi peserta didik penyandang disabilitas.

Supriono menjelaskan, pembentukan pokja saat ini masih dalam tahap penyelesaian dasar formal. "Jika nanti terbentuk, ini yang pertama di tanah air," ujarnya.

Menurut Supriono, keberadaan Pokja nantinya berfungsi sebagai penghubung antara kementerian, filantropi pendidikan, pegiat pendidikan inklusif, pihak swasta, serta pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan dan keberlanjutan sekolah inklusif secara lebih terstruktur.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menegaskan, komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pendidikan inklusif secara berkelanjutan. Bahkan, pihaknya berencana menyediakan beasiswa khusus bagi peserta didik inklusif.

Beasiswa tersebut akan diberikan kepada 1.384 peserta didik inklusif pada tahun anggaran 2027. "Anak-anak inklusif memiliki hak yang sama termasuk soal pendidikan," ujarnya.

Hingga awal tahun 2026, tercatat sebanyak 47 satuan penyelenggara pendidikan inklusif (SPPI) telah memberikan layanan pendidikan ramah disabilitas di Kabupaten Semarang. Sebanyak 19 SPPI berada di bawah koordinasi Dinas Pendidikan untuk jenjang SD dan SMP sederajat, sedangkan sisanya berada dalam pembinaan Kementerian Agama.

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Semarang, Ch Ratna Mindaryanti menyambut positif rintisan pembentukan Pokja tersebut. "Pokja jadi langkah bagus mewujudkan pendidikan inklusif yang memadai," ucapnya.

Upaya pembentukan Pokja diawali dengan deklarasi serta penandatanganan komitmen bersama untuk mendukung pendidikan inklusif. Kegiatan tersebut melibatkan Bupati Semarang, perwakilan DPRD, Bunda Inklusi Jawa Tengah, unsur perguruan tinggi, tokoh masyarakat, serta pihak terkait lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Peni Yulianingsih Ngesti Nugraha dikukuhkan sebagai Bunda Inklusi Kabupaten Semarang. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat dukungan dan kepedulian terhadap pemenuhan hak pendidikan bagi peserta didik penyandang disabilitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....