Gunakan Bambu, Warga Bangun Jembatan Darurat Mangkang Wetan

  • 03 Feb 2026 12:48 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Ratusan warga Tambaksari RW 7, Kelurahan Mangkang Wetan melakukan gotong royong membangun jembatan darurat agar akses warga tidak lagi terisolir, Minggu, 1 Februari 2026. Sebelumnya, jembatan penghubung warga RT 6 hingga 9 Tambaksari itu roboh akibat derasnya aliran Sungai Beringin, Kamis, 15 Januari 2026 lalu.

Hal ini menyebabkan warga harus menggunakan gethek ataupun perahu, untuk menuju ke akses utama kampung, dan Kelurahan Mangunharjo. Dibantu TNI Polri, Kecamatan Tugu, dan Kelurahan Mangkang Wetan, jembatan darurat itu dibangun dari bambu berukuran besar sebagai fondasi di dasar sungai.

Ketua RW 7 Kelurahan Mangkang Wetan Sumadi mengatakan, saat jembatan ambrol, berbagai akses lumpuh total, termasuk pengelolaan sampah. Siswa sekolah, pekerja pun harus antri naik perahu atau sampan untuk menyebrangi sungai.

"Lebih dari dua mingguan, warga terisolir karena akses jembatan penghubung roboh. Dengan adanya jembatan darurat ini, setidaknya bisa membantu warga untuk menyebrang," ucapnya, Senin, 2 Februari 2026.

Jembatan darurat ini hanya dirancang untuk pejalan kaki dan sepeda motor, dengan pembatasan ketat. Struktur utama jembatan menggunakan bambu, sedangkan alas akan menggunakan papan, serta kanan kiri jembatan akan memakai anyaman bambu.

"Intinya yang penting aman buat warga. Aksesnya hanya bisa digunakan orang, motor dan gerobak," ucapnya.

Lurah Mangkang Wetan, Benny Irawan, menjelaskan, pembangunan jembatan dilakukan secara swadaya oleh warga. Selain itu, juga dibantu anggaran swakelola dari  Kecamatan Tugu, serta sumbangan dari Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman.

Warga juga mendapatkan bantuan tenaga dari TNI dan Polri. "Kita gunakan bambu jenis petung, ini swadaya warga, di-support oleh pihak kecamatan, Pak Pilus (Ketua DPRD Kota Semarang- red) dan TNI Polri," ujarnya.

Benny menerangkan, jembatan darurat nantinya memiliki panjang sekitar 30- 36 meter. Lebarnya sekitar 1,5 meter membentang di atas Sungai Beringin.

Pembangunan ini membutuhkan anggaran sekitar Rp20 juta, salah satunya untuk membeli bambu. "Proses pengerjaan ditargetkan selesai dalam tiga hari, termasuk tahap finishing," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....