Indeks Kerukunan Umat Beragama Salatiga Terus Meningkat

  • 30 Jan 2026 16:27 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Salatiga — Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Kota Salatiga terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Capaian tersebut mencerminkan keberhasilan pemerintah daerah bersama masyarakat dalam merawat toleransi dan keberagaman.

Peningkatan IKUB itu mengemuka dalam audiensi Pemaparan Kuesioner Self Assessment Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2025. Audiensi dipimpin Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG, di Ruang Kerja Wali Kota, Kamis, 29 Januari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim penyusun dokumen self assessment. Dokumen tersebut dinilai menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Salatiga dalam menjaga kerukunan umat beragama.

Robby juga mengucapkan terima kasih atas pemaparan yang telah dilakukan. Ia mencatat adanya kemajuan dan sejumlah terobosan signifikan dalam tata kelola toleransi di Kota Salatiga.

Meski demikian, Robby menekankan pentingnya pembaruan payung hukum dan peraturan daerah agar tetap relevan dengan dinamika sosial masyarakat. “Sebagai contoh kecil, kebijakan mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya perlu diperluas pelaksanaannya di berbagai ruang publik untuk memperkuat semangat nasionalisme,” ujarnya.

Selain aspek regulasi, Wali Kota menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan kesempatan bagi seluruh etnis di Bumi Salatiga. Menurutnya, pemerintah daerah terus membuka ruang bagi aktivitas keagamaan dan kebudayaan lintas komunitas.

Salah satu program yang dinilai strategis dalam membangun karakter toleran adalah Patlikuran. “Melalui Patlikuran, kita menanamkan budaya dan karakter baik kepada anak-anak sejak usia dini,” kata Robby.

Ia menambahkan, karakter toleran telah menjadi bagian dari jati diri masyarakat Salatiga. “Pemerintah Kota memberi ruang seluas-luasnya bagi pengembangan seni dan budaya, didukung banyak komunitas yang aktif merawat keberagaman,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan, IKUB Kota Salatiga meningkat dari 74,28 pada 2022 menjadi 78,98 pada 2024. Pemerintah Kota optimistis tren positif tersebut dapat terus berlanjut, sekaligus memperkuat posisi Salatiga dalam penilaian Indeks Kota Toleran oleh SETARA Institute.

Dalam audiensi tersebut, perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kyai Rofiq, turut memberikan masukan strategis. Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali inovasi dan data kesehatan lintas agama dalam dokumen IKT.

“Kami melihat perlunya menonjolkan data kesehatan lintas agama. Ini aspek mendesak agar dokumen IKT menunjukkan kerukunan di Salatiga juga menyentuh kesejahteraan dasar masyarakat,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....