Dampak Banjir Pekalongan, Tanaman Padi Terancam Gagal Panen
- 30 Jan 2026 06:36 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Pekalongan - Banjir yang melanda sejumlah wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga merendam hamparan sawah milik warga. Genangan air setinggi 50 hingga 80 sentimeter mengakibatkan tanaman padi terancam gagal panen.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sawah-sawah yang berada di daerah rendah dan dekat aliran sungai menjadi wilayah paling terdampak. Air yang menggenang selama berhari-hari menyebabkan tanaman padi menguning bahkan membusuk, terutama yang baru memasuki masa tanam.
Salah seorang petani warga Desa Tegalontar, Kecamatan Sragi, Rasdi, mengatakan, tanaman padinya terendam air hujan dan luapan sungai sejak beberapa hari lalu. Padi yang ia tanam di lahan seluas sekitar satu hektar itu kini terancam puso.
"Banjir kali ini membawa kerugian besar, selain tidak bisa mengolah lahan, biaya tanam yang sudah dikeluarkan terancam sia-sia. Warga berharap ada bantuan dan perhatian dari pemerintah, baik berupa bibit pengganti maupun pendampingan pascabanjir," terangnya, Jumat 30 Januari 2026.
Selain membuat prihatin para petani, banjir yang dua pekan tak kunjung surut juga membuat berbagai sektor usaha warga terganggu. Driver ojek online juga merasakan imbasnya.
Pengemudi ojek motor asal Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Wahidin mengatakan, hampir satu bulan ini ia mengalami kendala saat menjemput dan mengantarkan penumpangnya. "Susah semua akibat banjir hampir sebulan ini, sejumlah desa dan jalan utama tergenang banjir, kita jadi kesulitan jemput penumpang, alhamdulillah mereka tidak komplain," ujarnya.
Warga berharap pemerintah melakukan penanganan secepatnya. Dampak banjir diharapkan tidak berkepanjangan dan melumpuhkan berbagai sektor ekonomi masyarakat. (RRI/Teddy)
Audio
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....