Banjir Belum Surut, Perajin Batik Pekalongan Kesulitan Produksi
- 24 Jan 2026 06:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Pekalongan - Banjir yang masih menggenangi sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Pekalongan hingga kini berdampak luas pada berbagai sektor, salah satunya industri batik. Para perajin mengaku kesulitan menjalankan proses produksi akibat akses terhambat dan peralatan terendam air.
Banjir yang belum surut di sentra-sentra batik Pekalongan membuat aktivitas produksi lumpuh. Air yang menggenangi rumah sekaligus tempat usaha menyebabkan bahan baku, kain mori, hingga peralatan membatik tidak dapat digunakan secara maksimal.
Sejumlah perajin mengaku terpaksa menghentikan produksi karena tempat kerja terendam banjir. Selain itu, proses pengeringan kain batik juga tidak bisa dilakukan karena kondisi lingkungan yang lembap dan minim sinar matahari.
Salah seorang pekerja batik di Desa Karangjompo, Tirto, Husen menyampaikan, kondisi air banjir di lingkungannya masih setinggi lutut dan menggenangi tempat produksi. Akibatnya mereka tidak bisa beraktivitas karena peralatan kerja terendam dan tidak bisa digunakan.
"Sejak banjir datang, tempat kita terpaksa menghentikan aktivitas produksi batik. Soalnya pranggok (rumah produksi) masih tinggi airnya," ujarnya, Sabtu, 24 Januari 2026
Ditambahkan Husen, meski sudah ada yang mulai produksi, banjir yang belum surut ini membuat perajin batik Pekalongan berada dalam kondisi sulit. Jika tidak segera tertangani, dikhawatirkan akan berdampak pada keberlangsungan usaha batik yang menjadi salah satu ikon dan penggerak ekonomi daerah.
Hal tersebut dibenarkan perajin batik dari Desa Samborejo, Tirto, Kohari. Para perajin batik terpaksa menghentikan kegiatan produksi dan meliburkan para karyawan dua pekan ini.
"Sejak 17 Januari 2026 lalu produksi batik kita berhenti total. Banjir di pranggok dan akses jalan setinggi pinggang orang dewasa, ini agak surut pelan - pelan kita produksi lagi," ucapnya.
Para perajin mengharapkan penanganan banjir yang lebih cepat serta bantuan dari pemerintah. Baik berupa peralatan produksi, modal usaha, maupun pendampingan, agar roda ekonomi batik Pekalongan tetap berjalan. (Teddy)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....