Pemkot Pekalongan Siapkan Rumah Brayan Urip Jadi Penggerak Ekonomi Warga

  • 22 Jun 2026 13:08 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Rumah Livelihood "Brayan Urip" Kota Pekalongan
  • Terobosan Penggerak Ekonomi Warga Kota Pekalongan

RRI.CO.ID, Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan menaruh harapan besar terhadap terobosan baru Rumah Livelihood "Brayan Urip" sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi warga sekaligus memperkuat kelembagaan komunitas di tingkat lokal. Hal tersebut menjadi harapan Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab dan Kemitraan Indonesia.

Menurut Balgis, pembentukan kepengurusan menjadi tahapan krusial setelah proses perencanaan dan masa transisi program yang telah berlangsung sebelumnya. "Pembentukan kepengurusan Rumah Livelihood 'Brayan Urip' menjadi langkah penting setelah melalui masa perencanaan dan transisi menuju tahap pelaksanaan program," kata Balgis, Senin 22 Juni 2026.

Ia menegaskan, fase berikutnya adalah memastikan rumah livelihood tersebut mampu bergerak secara nyata melalui berbagai program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Balgis juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar Rumah Brayan Urip tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi mampu menjadi pusat pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan warga.

"Harapannya dengan dibentuk kepengurusan ini semakin memperkuat kelembagaan. Sekarang kita masuk tahap aksi agar Rumah Livelihood 'Brayan Urip' bisa berjalan lancar dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menggerakkan perekonomian masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Tim Leader Adaptation Fund Pekalongan, Arif Mahmudi menjelaskan, susunan pengurus yang terbentuk merupakan hasil proses seleksi yang panjang dan dilakukan secara independen. Pengurus terpilih berasal dari berbagai kelompok masyarakat yang selama ini aktif dalam program-program pemberdayaan di bawah naungan Kemitraan Indonesia, seperti Komunitas Batik Ekologis, KOBAR, serta Pokja PI.

Arif mengungkapkan, kepemimpinan Rumah Livelihood "Brayan Urip" dipercayakan kepada Nurita yang berasal dari Komunitas Batik Ekologis. Menurutnya, rumah livelihood tersebut akan menjalankan empat fungsi utama.

Fungsi yang dijalankan ialah sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, pusat edukasi, pusat produksi, serta pusat informasi dan komunikasi. Khususnya, terkait pengembangan usaha warga, isu perubahan iklim, hingga persoalan sosial kemasyarakatan di Kota Pekalongan.

"Keberadaan rumah livelihood ini dinilai strategis karena tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi. Akan tetapi, juga membangun kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan dan sosial yang berkembang," katanya.

Ke depan, pengurus bersama tim konsultan akan menyusun rencana kerja lanjutan, memperkuat konsolidasi organisasi, serta memperluas jaringan kemitraan dengan berbagai pihak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan Rumah Livelihood "Brayan Urip" mampu tumbuh menjadi lembaga yang mandiri, berkelanjutan, dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat meski pendampingan dari Kemitraan Indonesia telah berakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....