Tangani Banjir Rob Pekalongan, Rumah Pompa Hingga Peninggian Tanggul Disiapkan

  • 14 Jun 2026 07:47 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Tangani Banjir Rob Pekalongan, Rumah Pompa hingga Peninggian Tanggul Disiapkan
  • Masalah Banjir Rob Pekalongan masih jadi PR besar

RRI.CO.ID, Pekalongan – Banjir rob yang bertahun-tahun menghantui wilayah Kecamatan Tirto dan Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Pemerintah

tahun 2026 telah menyiapkan sejumlah program strategis seperti proyek peninggian tanggul, perbaikan pintu air hingga pembangunan rumah pompa.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPU Taru Kabupaten Pekalongan Pujo Pramudiarto mengatakan, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk beberapa titik yang dinilai menjadi kawasan prioritas penanganan rob. Salah satu program utama yang akan dikerjakan adalah peninggian tanggul di Kecamatan Tirto dengan nilai anggaran sekitar Rp700 juta.

“Untuk penanganan rob, terutama di Tirto dan Siwalan, kita sudah siapkan beberapa kegiatan. Di Tirto ada peninggian tanggul dengan anggaran kurang lebih Rp700 juta,” ujar Pujo saat ditemui usai kegiatan di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan, Minggu 14 Juni 2026.

Selain peninggian tanggul, DPU Taru juga menyiapkan anggaran sekitar Rp150 juta untuk perbaikan pintu air di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mengatur aliran air dan meminimalkan masuknya air laut ke kawasan permukiman saat pasang.

Sementara itu, untuk wilayah Kecamatan Siwalan, pemerintah berencana membangun rumah pompa di Desa Depok. Fasilitas serupa juga akan dibangun di Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, guna memperkuat sistem pengendalian banjir rob di kawasan pesisir.

Pujo menjelaskan, proyek pembangunan rumah pompa saat ini tengah memasuki tahapan administrasi dan dalam waktu dekat akan diajukan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk proses lelang.

“Kemungkinan minggu depan sudah masuk ULP. Sementara kegiatan lain yang tidak melalui tender masih dalam tahap perencanaan,” jelasnya.

Pemkab Pekalongan menargetkan seluruh program penanganan rob tersebut dapat rampung pada tahun 2026. Harapannya, berbagai intervensi infrastruktur itu mampu mengurangi genangan yang selama ini mengganggu aktivitas warga, merusak akses jalan, hingga berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat di kawasan pesisir.

Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat pesisir, Musrpah salah satunya, Warga Desa Tegaldowo ini berharap agar banjir rob ditempat tinggalnya tidak berkepanjangan. Agar masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman dan ekonomi warganya tidak tersendat.

"Desa kami ini kan mayoritas pengrajin dan buruh batik, akibat sering banjir rob mata pencaharian menjadi terganggu, selain itu akses jalan juga sering tergenang limpasan air dan rusak, adanya upaya pemerintah ini harapannya lebih cepat diwujudkan," terangnya.

Penanganan rob menjadi salah satu pekerjaan rumah besar bagi Kabupaten Pekalongan. Dengan mulai digelontorkannya anggaran dan pembangunan infrastruktur pengendali air pada 2026, masyarakat berharap upaya tersebut dapat menjadi solusi nyata untuk mengurangi ancaman rob yang terus berulang setiap tahun di kawasan pesisir utara Pekalongan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....