Samuel Wattimena: Literasi Kekinian Penopang Identitas Kota Semarang
- 20 Okt 2025 08:58 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Samuel Wattimena mendorong literasi kekinian sebagai penopang kekuatan ekonomi kreatif pariwisata di Kota Semarang. Samuel menilai, literasi kekinian di kota ini masih kurang.
Hal itu diungkapkan Samuel usai “Bincang Literasi: Ajining Pikir Saka Wacana” di Gedung Oud en Nieuw kota Semarang, Sabtu (18/10/2025). “Karena kalau literasi kekinian tidak ada, 10 tahun ke depan, 20 tahun ke depan, identifikasi atau karakter era sekarang dipertanyakan,” katanya.
Untuk memperkuat literasi ini, menurutnya, perlu dibantu oleh penulis. Samuel mencontohkan, lemahnya UMKM juga disebabkan oleh lemahnya literasi yang mendukung UMKM dan pariwisata.
Ia juga menilai kekayaan kosakata para pelaku UMKM dan pelaku pariwisata masih terbatas. Samuel mencontohkan, untuk produk kacang, umumnya hanya “renyah dan gurih”, seakan tidak ada kata lain yang dapat menggambarkan produk itu.
Samuel pun membandingkannya dengan produk asing seperti Labubu. Menurutnya, produk tersebut memiliki narasi yang kuat, sehingga masyarakat rela mengantri untuk mendapatkan boneka Labubu.
“Dinarasikan dengan benar. Jika memiliki boneka ini, ‘you part of popularity in the world’,” jelasnya.
Sementara itu, Co-Founder Sangkar Wiku Book Club, Maya Dewi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat literasi. “Sebanyak 90 persen peserta bincang literasi ini adalah pegiat literasi, baik penulis, penyair, kita mau sadarkan mereka, sejauh mana sudah merawat Semarang untuk membentuk identitas,” ujarnya.
Hal itu menjadi penting, karena penulis bisa menarasikan Kota Semarang akan seperti apa. “Apakah sebagai kota yang banjir atau kota yang nyaman untuk ditinggali, itu penting kita narasikan, supaya ke depannya masyarakat luar melihat kota Semarang sebagai kota yang menyenangkan untuk didatangi,” ungkapnya.
Ia mencontohkan, wilayah Bergota selama ini dianggap sebagai daerah yang menakutkan. Akan tetapi, dapat juga dinarasikan menjadi daerah yang indah dan menjadi tempat bersejarah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....