Samuel Wattimena: Pancasila Harus Hidup dalam Tindakan Nyata

  • 01 Jun 2026 10:24 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena, mengajak masyarakat untuk kembali memaknai Pancasila sebagai dasar negara yang menjadi pedoman dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dihafalkan sebagai dasar negara.

"Hari Lahir Pancasila harus mengingatkan kita kembali bahwa Pancasila sebagai dasar negara selalu bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur serta menuntaskan kemiskinan. Semua itu harus berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa," kata Samuel, saat dihubungi rri.co.id, Senin 1 Juni 2026.

Ia menilai sila pertama menjadi fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, seluruh agama mengajarkan nilai kesetaraan, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama yang kemudian dijabarkan dalam sila-sila berikutnya hingga mencapai tujuan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Di tengah derasnya arus informasi pada era digital, Samuel mengingatkan pentingnya memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap makna Pancasila. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan hanya masuknya berbagai ideologi dan pemikiran dari luar, tetapi juga minimnya pemahaman terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila.

"Semua pihak wajib menguraikan makna Pancasila. Jangan sampai Pancasila hanya berhenti sebagai rangkaian kata-kata yang menjadi dasar negara tanpa dipahami maknanya," ujarnya.

Samuel menegaskan, pendidikan Pancasila tidak cukup hanya dilakukan di sekolah. Lingkungan keluarga dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki dasar negara yang kuat dan relevan untuk menghadapi berbagai tantangan zaman. Namun kekuatan tersebut hanya akan bermakna apabila masyarakat mampu menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam tindakan nyata.

Menurut Samuel, tantangan di masa depan akan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital yang membuat masyarakat mengalami kondisi over information. Oleh karena itu, pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila harus terus diperkuat agar tidak tergerus oleh berbagai pengaruh yang datang dari luar.

"Kalau kita punya dasar Pancasila, tetapi tidak mampu menguraikannya dalam tindakan. Maknanya tidak akan merasuk dalam kehidupan masyarakat," katanya.

Ia mencontohkan, makna Ketuhanan Yang Maha Esa maupun Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia perlu dipahami secara mendalam dan diwujudkan melalui tindakan nyata yang mendorong terciptanya masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan saling menghormati. Samuel berharap momentum Hari Lahir Pancasila dapat menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga persatuan dan mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....