Komisi XIII DPR RI Apresiasi Lapas Perempuan Semarang
- 18 Jul 2025 18:47 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Komisi XIII DPR RI mengapresiasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Semarang. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Rinto Subekti saat memimpin kunjungan kerja ke Lapas Perempuan Semarang, pada Jumat (18/7/2025).
Rinto mengatakan, Lapas Perempuan Semarang ini luar biasa karena memiliki program-program pembinaan seperti pelatihan tenun batik hingga pembuatan roti. Pelatihan itu menurutnya diharapkan dapat menjadi bekal saat selesai menjadi warga binaan, serta menjadi bekal untuk beradaptasi dengan masyarakat.
“Menjadi individual yang kreatif dan juga bisa menghasilkan kehidupan ekonomi buat keluarga dan dirinya sendiri,” kata Rinto. Dalam kunjungan itu, menurutnya, Komisi XIII juga melihat kualitas yang baik pada pelayanan mulai dari dapur, kebutuhan telepon hingga pelayanan kesehatan.
Dalam pelayanan kesehatan, ungkap Rinto, tenaga medisnya merupakan hasil kerja sama dengan beberapa universitas negeri di Kota Semarang. “Itu bukan hanya tenaga medis yang sifatnya pelatihan, tapi memang tenaga medis yang benar-benar ahli dibidangnya, sehingga terkait kesehatan benar-benar teratasi,” ungkapnya.

Terkait bangunan Lapas Perempuan Semarang yang merupakan heritage, sebaiknya tidak hanya sebagai identitas saja, tetapi juga harus diikuti dengan hibah anggaran khusus. “Kami sudah mendengar ada beberapa hibah dari Pemkot Semarang, ini menjadi semangat bersama khususnya kalapas-kalapas agar bekerja sama dengan pemerintah daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Semarang Kelas IIA Semarang, Ade Agustina mengatakan, kehadiran komisi XIII DPR RI memastikan layanan yang diberikan telah sesuai dengan regulasi yang ada. “Untuk memastikan itu, beliau dalam kunjungan kerjanya hadir di Lapas Perempuan Semarang,” katanya.
Ade menjelaskan, saat ini warga binaan di Lapas Perempuan Kelas II A Semarang berjumlah 274 yang terdiri dari 40 tahanan dan 234 narapidana. Warga binaan diberi bekal keterampilan yang hasilnya dipasarkan, bahkan batik karya warga binaan telah dipasarkan ke Korea dan Thailand.
Dalam kunjungan kerja di lapas Perempuan Kelas IIA Semarang, rombongan Komisi XIII DPR RI mengecek layanan dapur, kelompok rentan, ruang gamelan, perpustakaan, klinik pratama, pelatihan membatik. Rombongan juga ikut memanen pokcoy yang ditanam dengan metode hidroponik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....