Samuel Wattimena: Komisi VII Dukung Ekonomi Kreatif
- 23 Mei 2025 23:13 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Anggota Komisi VII DPR RI Samuel J.D Wattimena mengapresiasi perhelatan “Painting OTS 2 - Pelukis Nusantara Ambarawa 2025”, ajang seni terbesar di Ambarawa, Kabupaten Semarang. Komisi VII mendukung ekonomi kreatif seperti ini karena dapat berdampak pada kunjungan wisatawan
Samuel mengatakan, event ini sangat mendorong perkembangan pariwisata, karena objek tempat painting on the spot dapat menjadi daya tarik wisatawan. “Tempat yang dijadikan tempat painting on the spot dilukis berdasarkan selera para pelukisnya,” kata saat ditemui rri.co.id, Jumat (23/5/2025).
Mekanisme painting on the spot akan mendapatkan gambar yang berbeda. “Tentunya gambar-gambar ini kalau dipublikasikan dengan terkonsep dan terarah, menurut saya menjadi kesempatan untuk mensyiarkan berbagai lokasi pariwisata,” ujarnya.
Painting OTS 2 - Pelukis Nusantara Ambarawa 2025, menghadirkan ratusan pelukis yang selain masing-masing membawa karya mereka, para pelukis juga membuat lukisan on the spot. “Tadi saya sudah lihat karya-karyanya, ada beberapa lokasi yang dijadikan lokasi untuk painting on the spot,” ungkapnya.
Perhelatan seni yang digelar di Komplek parkiran Gua Maria Kerep Ambarawa 23 - 25 Mei 2025 ini diikuti oleh pelukis yang berasal dari pulau Jawa dan Bali. Para pelukis disebar di berbagai lokasi wisata di Kabupaten Semarang untuk menggambarkan keindahan pariwisata dan alam dalam bentuk lukisan.
Samuel berharap ada agenda lanjutan dari event ini, sehingga tidak hanya menjadi kegiatan-kegiatan yang sifatnya hanya sesaat. Sementara itu, Ketua OC (organizing committee) Yohanes Handoko mengatakan, Painting OTS 2 diikuti oleh 288 pelukis dari berbagai daerah di Indonesia.
“Alhamdulillah pelaksanaan painting on the spot berjalan lancar meskipun tadi sempat gerimis tapi tidak sampai hujan deras,” jelasnya. Para pelukis fokus melukis pada Human in Town yang dapat menggambarkan kesibukan masyarakat setempat.
Event ini menurutnya tidak hanya sekadar kompetisi, namun juga sebagai ajang silaturahmi antar seniman, khususnya seniman lukis. “Jadi selama ini kita hanya ketemu di media sosial seperti Facebook, Instagram, sekarang bisa kopi darat face to face,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....