Masyarakat Diminta Bijak dan Toleran Hadapi Perbedaan Ramadan

  • 18 Feb 2026 19:43 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Ketua Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB), AM Juma’i memberikan pesan agar umat Islam menjalankan Ramadan 1447 Hijriah dengan dasar iman dan toleransi. Perbedaan penetapan awal puasa di tengah masyarakat diharapkan tidak menjadi sumber perpecahan.

Ia menjelaskan, dalam Ramadan terdapat dua aktivitas utama, yakni menjalankan puasa dan mengisi bulan suci dengan berbagai amalan kebaikan. Kedua aktivitas tersebut harus dilandasi keimanan dan pengharapan kepada Allah SWT agar ibadah berjalan dengan khusyuk.

“Bagi yang mengawali puasa pada Rabu, 18 Februari 2026, lakukan dengan dasar iman dan penuh pengharapan kepada Allah SWT tanpa menyalahkan yang tanggal 19 Februari,” katanya saat diwawancarai RRI, Rabu, 18 Februari 2026.

Ia juga menegaskan, umat Islam yang memulai puasa pada tanggal berbeda tetap harus menjaga sikap saling menghormati. Perbedaan tersebut bukan untuk diperdebatkan, melainkan diterima sebagai bagian dari keragaman praktik keagamaan.

Menurutnya, sikap toleransi sangat penting untuk menjaga keharmonisan masyarakat selama Ramadan. Dengan demikian, umat Islam dapat fokus meningkatkan kualitas ibadah tanpa terpengaruh perbedaan penetapan awal puasa.

Ia berharap seluruh umat Islam menjalani Ramadan dengan penuh ketulusan dan semangat memperbaiki diri. Bulan suci ini menjadi momentum memperkuat keimanan sekaligus mempererat persatuan di tengah keberagaman.

Dengan menjunjung tinggi keimanan dan toleransi, Ramadan diharapkan dapat berlangsung khidmat, damai, dan harmonis. Persatuan umat menjadi hal utama yang harus dijaga selama menjalankan ibadah puasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....