Perbedaan Awal Puasa Tak Ganggu Keharmonisan Masyarakat
- 18 Feb 2026 15:22 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Penetapan awal Ramadan tahun ini kembali menunjukkan adanya perbedaan di tengah masyarakat Indonesia. Namun, perbedaan ini tidak menganggu keharmonisan di tengah masyarakat.
Ketua Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB), AM Juma'i menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara bersama RRI Semarang pada Rabu, 18 Februari 2026. Menurutnya, perbedaan ini merupakan sesuatu yang wajar.
“Kita sudah terbiasa adanya perbedaan. Itu suatu hal yang sudah maklum dan mahfum adanya” katanya.
Ia menjelaskan, umat Islam di Indonesia terbiasa menghadapi perbedaan dalam menentukan awal puasa, akhir Ramadan, hingga Idulfitri dan Iduladha. Menurutnya, perbedaan itu bukan sumber masalah di masyarakat.
Terkait potensi gesekan sosial, Juma’i menilai perbedaan awal puasa sejauh ini tidak menimbulkan konflik. “Yang perlu kita wapadai itu justru framing melalui media sosial, tetapi kalau dalam tataran kemasyarakatan saya kira itu sudah baik baik saja,” ucapnya.
Dalam pengamatannya, beberapa masjid telah menyelenggarakan salat tarawih perdana lebih awal dari keputusan pemerintah. Proses tersebut berjalan lancar dengan pengawasan aparat keamanan setempat.
Juma’i menekankan, masyarakat tetap harmonis meski media sosial menampilkan narasi seolah-olah ada pembangkangan. Forum digital yang terbuka dan liar bisa menimbulkan kesan salah tentang situasi di lapangan.
Ia pun mengingatkan pentingnya masyarakat agar bijak menyaring informasi yang beredar di media sosial. Dengan cara ini, kerukunan dan kedamaian selama Ramadan akan tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....