Perbedaan Awal Ramadan Rawan Hoaks, Edukasi Jadi Benteng Utama
- 18 Feb 2026 15:47 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Perbedaan penetapan awal Ramadan kerap menjadi isu yang ramai diperbincangkan di media sosial dan berpotensi memicu kesalahpahaman. Edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi benteng utama untuk mencegah hoaks dan provokasi yang dapat mengganggu persatuan.
Ketua Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu, Dr. H. AM Juma’i, SE, MM, menegaskan bahwa media sosial memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik. Oleh karena itu, masyarakat perlu dibekali pemahaman agar mampu menyaring informasi secara bijak dan tidak mudah terprovokasi.
“Kita tidak bisa membendung medsos, karena medsos itu langsung beranda beranda lewat di masing masing kita semuanya dengan mudahnya, nah kita bisanya hanya memberikan edukasi kepada Masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, memungkinkan munculnya berbagai konten manipulatif seperti tulisan, gambar, maupun meme yang dapat menimbulkan persepsi keliru. Informasi tersebut bisa memunculkan kesan adanya perpecahan, meskipun kondisi di lapangan tetap harmonis.
Menurutnya, edukasi menjadi langkah strategis agar masyarakat mampu membedakan informasi yang benar dan menyesatkan. Dengan pemahaman yang baik, potensi konflik akibat perbedaan penetapan awal Ramadan dapat diminimalkan.
“kita ini harus bisa menggunakan medsos itu secara cerdas, menerima informasi -informasi juga secara cerdas harus ada referensi yang sangat akurat,” katanya.
Ia menambahkan, penting bagi masyarakat untuk merujuk pada sumber informasi yang kredibel dan terpercaya. Kesadaran kolektif dalam menyaring informasi menjadi kunci menjaga ketenangan dan keharmonisan selama Ramadan.
Selain itu, kolaborasi antara tokoh masyarakat, pengelola masjid, dan aparat keamanan juga diperlukan untuk memantau potensi disinformasi. Langkah ini bertujuan memastikan masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh narasi provokatif.
Dengan edukasi yang berkelanjutan dan penggunaan media sosial secara cerdas, perbedaan penetapan awal Ramadan tidak akan menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, hal tersebut dapat menjadi bagian dari dinamika yang memperkuat kedewasaan dan persatuan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....