Atlet Squash Kudus Targetkan Medali Emas di Porprov 2026
- 30 Agt 2026 17:37 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Tim squash Kabupaten Kudus terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Di tengah keterbatasan fasilitas, empat atlet yang dipersiapkan tetap berlatih dengan target meraih minimal satu medali emas.
Ketua Pengkab Squash Kudus, Bahar Widyatmoko, mengatakan olahraga squash masih tergolong cabang baru di Kudus. Cabang olahraga raket tersebut sebenarnya pernah ada, namun sempat vakum sebelum kembali dihidupkan sekitar lima tahun lalu.
Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah belum tersedianya lapangan squash resmi di Kabupaten Kudus. Bahkan, fasilitas serupa di Jawa Tengah masih terbatas dan hanya tersedia di beberapa daerah.
“Untuk lapangan resmi, atlet Kudus harus latihan ke Jepara atau Semarang. Sementara latihan sehari-hari di Kudus masih dilakukan dengan simulasi,” katanya, Minggu (30/8/2026).
Bahar menuturkan, keterbatasan sarana membuat latihan di Kudus belum bisa dilakukan secara maksimal. Para atlet berlatih dengan membuat garis atau make line sebagai simulasi lapangan squash.
Sementara untuk berlatih di lapangan resmi, para atlet dijadwalkan pergi ke Jepara atau Semarang sekitar satu kali dalam sepekan. Selain itu, latihan rutin tetap dilakukan beberapa kali dalam seminggu di Kudus.
Bahar menjelaskan, Pengkab Squash Kudus saat ini melakukan regenerasi total menjelang Porprov. Pada Porprov periode sebelumnya, Kudus berhasil meloloskan delapan atlet dan membawa pulang satu medali perunggu.
Namun, para atlet generasi sebelumnya kini sebagian besar telah bekerja atau pindah ke luar kota. Kondisi tersebut membuat Pengkab harus membentuk kekuatan baru untuk menghadapi kompetisi mendatang.
“Untuk periode sekarang memang regenerasi total. Kami menyiapkan empat atlet dengan target tetap meraih emas,” ujarnya.
Empat atlet tersebut terdiri dari dua atlet putra dan dua atlet putri. Para atlet muda itu sebagian besar memiliki latar belakang dari cabang olahraga tenis lapangan dan sebelumnya telah memiliki pengalaman mengikuti kejuaraan.
Pelatih Squash Kudus, Supardi, mengatakan para atlet menjalani latihan empat kali dalam sepekan di Kudus. Latihan digelar setiap sore mulai pukul 15.00 WIB hingga menjelang Magrib.
"Selain latihan di Kudus, tim juga menjalani latihan di lapangan resmi di luar daerah, baik di Semarang maupun Jepara, satu kali dalam sepekan," katanya.
Menurut Supardi, persiapan tim saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Tim dijadwalkan tampil pada pertandingan squash Porprov Jawa Tengah yang berlangsung sekitar 25 hingga 29 Oktober 2026 di Jatidiri, Semarang.
“Kami menargetkan minimal satu medali emas, khususnya dari kategori putri. Anak-anak sudah punya pengalaman dan mental bertanding,” katanya.
Ia menjelaskan, dua atlet putri yang disiapkan berusia sekitar 16 hingga 17 tahun atau masih duduk di bangku SMA. Sementara dua atlet putra berada pada jenjang pendidikan tinggi.
Keterbatasan fasilitas tetap menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius. Supardi berharap Pemerintah Kabupaten Kudus maupun pihak terkait dapat menyediakan lapangan squash agar pembinaan atlet dapat dilakukan lebih maksimal.
“Kami berharap minimal ada satu atau dua lapangan squash di Kudus. Ini penting untuk menampung dan mengembangkan atlet-atlet yang memiliki bakat,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....