Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026, Pebulutangkis Putri Unjuk Bakat
- 10 Sep 2026 21:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus - Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026 yang berlangsung di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah telah memasuki hari kedua pada Kamis, 10 September 2026. Di sektor putri, para pebulutangkis muda dari berbagai penjuru di Indonesia terus berjuang menembus ketatnya persaingan memperebutkan Super Tiket guna menjaga asa bergabung dengan PB Djarum.
Legenda PB Djarum sekaligus anggota Tim Pencari Bakat Audisi Umum Bulutangkis 2026, Yuni Kartika, memaparkan, bakat-bakat putri yang muncul di Audisi Umum edisi Kudus kali ini memperlihatkan level kualitas yang cukup menjanjikan. Menurut Yuni, persaingan ketat dari sektor putri membuat Tim Pencari Bakat harus lebih jeli dalam menentukan bakat-bakat yang nantinya akan lolos untuk menjadi atlet binaan PB Djarum.
“Secara jumlah, atlet putri memang lebih sedikit dibandingkan peserta audisi putra, kami benar-benar harus pintar memperhatikan para atlet yang memiliki potensi, tapi walaupun jumlahnya sedikit, bukan berarti kualitasnya juga tidak baik. Kami melihat satu hal, untuk teknik dasar rata-rata relatif banyak yang sudah baik,” ujarnya.
Kemudian, penyebaran asal peserta, lanjut Yuni, juga cukup merata dan kalau melihat potensi, cukup menggembirakan karena untuk usia paling bawahnya itu (U-11), banyak yang menjanjikan. Akan tetapi, selain permainan di atas lapangan, nantinya akan ada faktor-faktor lain yang akan bisa dinilai saat fase karantina seperti fisik maupun mental.
Salah satu atlet yang menunjukkan dedikasi tinggi ialah atlet asal Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Fiendiziya Gwen Fernandes. Demi mewujudkan keinginannya bergabung dengan PB Djarum, Gwen rela pindah ke Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Yakni untuk berlatih lebih intensif sebagai persiapan menghadapi Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026.
Kerja kerasnya mulai memperlihatkan hasil yang menjanjikan. Tampil percaya diri dalam audisi kategori U-11 putri, Gwen berhasil lolos ke Tahap Turnamen usai menang 21-8 atas Aishya Azzalea asal Kabupaten Kendal.
“Aku mau ikut PB Djarum karena PB Djarum itu salah satu klub besar yang sering juara di turnamen-turnamen. Terus aku juga mau ikut pertandingan internasional dan berprestasi seperti atlet-atlet PB Djarum. Ini pertama kalinya aku ikut Audisi Umum PB Djarum, ternyata lawannya lumayan berat jadi sedikit grogi,” kata Gwen.
Semangat pantang menyerah juga datang dari Yukiko Graciela Manangkot yang mengikuti proses seleksi di KU-12. Ini bukan pertama kalinya Yukiko ikut Audisi Umum PB Djarum. Sebelumnya, pada Audisi Umum PB Djarum Makassar 2026 Agustus lalu, Yukiko sempat mencapai tahap semifinal. Namun ketika itu, Yukiko belum berhasil mengamankan Super Tiket karena hanya sampai babak semifinal.
Pada Audisi Umum Bulutangkis di Kudus kali ini, Yukiko mencoba kembali perjuangannya untuk bisa lolos masuk PB Djarum. Jauh-jauh datang dari Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Yukiko sukses melewati tahap screening usai mengalahkan lawannya Diandira Bilqis Ufaira asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah dengan skor 21-13.
“Aku ingin sekali bergabung dengan PB Djarum karena fasilitas dan latihannya pasti terjamin. Orang tua juga sudah mendukung penuh. Selalu mengantar latihan, sampai ikut Audisi Umum PB Djarum di Kudus ini supaya bisa menjadi pemain top dunia,” kata Yukiko.
Tekad kuat juga diperlihatkan oleh bakat potensial asal Magelang, Lusia Maheswari Gracia Pengajeng dalam audisi KU-12. Tahun ini, Gracia kembali ambil bagian demi mewujudkan mimpinya sebagai pemain bulutangkis dunia setelah pada Audisi Umum PB Djarum tahun lalu terhenti di Tahap Turnamen.
"Mimpi terbesar saya pastinya mau jadi pemain dunia. Makanya saya mau masuk PB Djarum karena banyak yang jadi pemain dunia dari sini. Tahun lalu saya belum bisa lolos karena kalah di Tahap Turnamen. Tapi saya mau membuktikan diri, makanya mau ikut lagi tahun ini. Jadi persiapannya lebih keras lagi,” kata Gracia.
Selain melalui jalur kemenangan di lapangan, peluang bergabung dengan PB Djarum masih terbuka melalui Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat yang diberikan kepada peserta dengan potensi menjanjikan guna diasah lebih lanjut. Meskipun gagal lolos ke semifinal ataupun final pada Tahap Turnamen.
Super Tiket bukan akhir dari perjuangan bergabung dengan PB Djarum. Para peserta akan menjalani tahap karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum. Selama itu, mereka akan menjalani kehidupan sehari-hari sebagai atlet PB Djarum dan memperoleh penilaian atas kedisiplinan, teknik serta kualitas yang dimiliki sebelum akhirnya dinyatakan sebagai atlet binaan PB Djarum. (RK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....