KONI Jateng dan DIY Kebut Persiapan Tuan Rumah PON 2032

  • 19 Mar 2026 13:16 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – KONI Jawa Tengah dan KONI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mematangkan persiapan pencalonan sebagai tuan rumah PON XXIII 2032. Sejumlah aspek teknis mulai dibahas secara lebih rinci menjelang batas akhir pendaftaran.

Pertemuan kedua belah pihak mengerucut pada kesiapan berbagai kebutuhan utama. Di antaranya ketersediaan venue pertandingan, sarana prasarana olahraga, akomodasi, serta sumber daya manusia.

Sekretaris Umum KONI DIY, KMT A Tirtodiprojo, mengatakan persiapan kini sudah memasuki tahap teknis. Ia berharap upaya ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak.

“Persiapan sudah mulai mengerucut pada hal-hal teknis bagaimana KONI Jawa Tengah dan DIY mempersiapkan pengajuan sebagai tuan rumah PON XXIII 2032. Semoga upaya ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan daerah, DPRD, serta seluruh masyarakat,” ujarnya, Rabu, 18 Maret 2026.

Menurutnya, Jawa Tengah dan DIY memiliki banyak keunggulan untuk menjadi tuan rumah. Mulai dari kelengkapan venue hingga jarak antar lokasi pertandingan yang relatif dekat.

Selain itu, kesiapan akomodasi juga dinilai sangat memadai. Hal ini menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ajang olahraga nasional.

Kesamaan kultur dan kedekatan geografis kedua daerah juga menjadi nilai tambah. Kondisi tersebut dinilai memudahkan koordinasi dalam penyelenggaraan event berskala besar.

Tak hanya itu, potensi pariwisata di kedua wilayah turut mendukung konsep sport tourism. Ajang olahraga diharapkan dapat sekaligus mendorong sektor pariwisata daerah.

“Di Yogyakarta saja tersedia sekitar 20 ribu kamar hotel mulai dari bintang lima hingga tiga. Jika digabung dengan yang ada di Semarang dan Surakarta, saya kira kita memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi tuan rumah PON 2032,” kata Tirtodiprojo.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menyatakan pihaknya tengah menyiapkan dokumen pencalonan. Namun, proses tersebut terkendala waktu yang cukup terbatas.

Hal ini karena penyusunan dokumen bertepatan dengan libur panjang Lebaran. Sementara batas akhir pendaftaran ditetapkan pada 1 April 2026.

“Awalnya pendaftaran direncanakan ditutup pada 1 Mei, namun kemudian dipercepat menjadi 1 April. Ini menjadi tantangan bagi kami karena waktunya cukup singkat dan bertepatan dengan libur Lebaran,” ujar Sujarwanto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....