Tiwul, Jajanan Khas Gunung Kidul yang Masih Eksis
- 23 Agt 2026 11:54 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Tiwul merupakan makanan tradisional khas Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terbuat dari bahan dasar singkong yang diolah menjadi gaplek. Makanan ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat sejak zaman dahulu kala.
Pada masa lalu, tiwul menjadi makanan pokok pengganti beras yang sangat diandalkan ketika ketersediaan beras sangat terbatas di wilayah pegunungan ini. Singkong yang dikeringkan menjadi gaplek adalah bahan yang tahan lama dan mudah disimpan, sehingga menjadi penyelamat saat musim kemarau panjang tiba.
Proses pembuatan tiwul memerlukan ketelatenan, mulai dari penjemuran singkong hingga menjadi gaplek yang kemudian ditumbuk halus menjadi tepung gaplek. Tepung ini selanjutnya dikukus hingga matang dan bertekstur pulen, siap untuk disajikan dengan berbagai pelengkap yang menggugah selera.
Rasa tiwul yang khas sedikit manis dan legit, sangat nikmat jika disantap bersama parutan kelapa yang diberi sedikit garam atau gula merah. Teksturnya yang kenyal dan aromanya yang khas membuat siapa saja yang mencobanya selalu merasa ketagihan untuk kembali menikmatinya.
Meskipun zaman telah berubah dan beras menjadi makanan pokok yang mudah didapat, tiwul tetap bertahan dan tidak hilang ditelan zaman. Kini tiwul justru semakin dikenal luas dan menjadi salah satu ikon kuliner yang paling dicari oleh para wisatawan yang berkunjung ke Gunung Kidul.
Tiwul kini hadir dalam berbagai variasi olahan, mulai dari tiwul gula merah, tiwul keju, hingga tiwul dengan isian pisang yang lezat. Inovasi ini dilakukan agar jajanan tradisional ini tetap relevan dan disukai oleh generasi muda tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.
Keberadaan tiwul yang tetap eksis hingga saat ini menjadi bukti kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Gunung Kidul yang patut kita jaga. Makanan sederhana ini bukan sekadar pengganjal perut, melainkan warisan leluhur yang menyimpan cerita perjuangan dan kehangatan budaya yang abadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....