Simak Fakta Minum Es Teh setelah Makan
- 21 Sep 2026 13:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Minum es teh setelah makan menjadi kebiasaan yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Rasanya yang menyegarkan membuat minuman ini sering dipilih sebagai pelengkap hidangan.
Berdasarkan penelitian dalam Jurnal Nutrisia, teh mengandung senyawa tanin yang dapat mengikat zat besi. Apabila dikonsumsi sesaat setelah makan dapat mempengaruhi penyerapan nutrisi dalam tunuh, terutama zat besi.
| Baca juga: Tips Produktif Bekerja WFH Antistres |
Penurunan penyerapan zat besi secara terus-menerus berisiko menyebabkan kekurangan zat besi. Kondisi tersebut dapat mengurangi pembentukan hemoglobin yang mengakibatkan peningkatan risiko anemia defisiensi besi.
Selain tanin, teh juga mengandung kafein yang dapat mengganggu penyerapan beberapa mineral, seperti kalsium. Pada sebagian orang yang sensitif, konsumsi teh setelah makan dapat meningkatkan produksi asam lambung.
Meski begitu, masyarakat tidak perlu menghindari teh sepenuhnya. Para peneliti menyarankan untuk memberi jeda sekitar satu hingga dua jam setelah makan sebelum mengonsumsi teh agar penyerapan zat besi berlangsung lebih optimal.
Selain mengatur waktu minum teh, kebutuhan zat besi juga dapat dipenuhi melalui konsumsi daging, ikan, ayam, telur, hati, serta sayuran hijau. Mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C, seperti jeruk, jambu biji, kiwi, atau stroberi, juga dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi.
Dengan mengatur waktu minum teh dan menerapkan pola makan yang seimbang, masyarakat tetap dapat menikmati manfaat teh tanpa mengganggu penyerapan nutrisi penting bagi tubuh. Kebiasaan sederhana ini dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....