Anak Korban Judol Bisa Alami Parentification, Ini Penjelasannya
- 16 Sep 2026 15:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Anak dalam keluarga terdampak judi online berisiko mengalami parentification sejak usia dini. Parenting Coach Dr. Lies Budyana menjelaskan kondisi tersebut dalam siaran Pro 2 RRI Semarang, Kamis, 10 September 2026.
Parentification terjadi ketika anak mengambil peran layaknya orang tua di dalam keluarga. Kondisi itu muncul akibat tekanan dan konflik yang terus berlangsung di rumah.
Lies menjelaskan anak tidak selalu menunjukkan perilaku nakal saat menghadapi masalah keluarga. Sebagian justru berusaha menjadi pribadi yang terlalu dewasa sebelum waktunya.
| Baca juga: Manfaat Madu untuk Anak Batita |
"Tidak semua anak menjadi nakal, justru ada yang ingin menjadi anak sempurna," ujar Lies. Menurutnya, kondisi tersebut sering luput dari perhatian keluarga.
Anak yang mengalami parentification cenderung kehilangan fokus pada dunia bermain dan belajar. Prestasi dapat menurun, sementara emosi menjadi lebih labil.
Lies mengatakan sebagian anak juga menyalahkan dirinya atas masalah ekonomi keluarganya. Padahal, persoalan tersebut bukan menjadi tanggung jawab anak.
Ia mengingatkan keluarga tidak menganggap anak baik-baik saja hanya karena terlihat tenang. Luka emosional dapat tetap berkembang meski tidak tampak dari luar.
"Anak memikul beban yang sebetulnya belum waktunya bagi dia," kata Lies. Ia menilai kondisi itu membutuhkan perhatian dan pendampingan sejak dini.
Lies menyarankan keluarga segera mencari bantuan profesional bila melihat tanda parentification. Pendampingan psikolog dapat membantu memulihkan kondisi emosional anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....