Program Peduli CTEV, Polres Purworejo Gencarkan Deteksi Kelainan Kaki sejak Dini

  • 20 Agt 2026 13:33 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Purworejo - Program Peduli CTEV di Kabupaten Purworejo diarahkan untuk mencegah kecacatan pada anak melalui deteksi dan penanganan kelainan kaki bawaan sejak dini. Program tersebut melibatkan kepolisian, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah serta resmi disosialisasikan di Auditorium Tribrata Polres Purworejo, Rabu, 19 Agustus 2026.

Congenital Talipes Equinovarus(CTEV) merupakan kelainan kaki bawaan lahir yang jika tidak ditangani sejak dini berpotensi menyebabkan kecacatan permanen. Melalui program tersebut, Polres Purworejo menargetkan anak dengan CTEV dapat ditemukan lebih cepat dan segera memperoleh penanganan medis.

Sosialisasi dipimpin Wakapolres Purworejo Kompol Nana Edi Sugito dan diikuti pejabat utama Polres serta seluruh Bhabinkamtibmas se-Kabupaten Purworejo. “Seluruh Bhabinkamtibmas di Purworejo menjadi ujung tombak dalam membantu menemukan anak-anak yang mengalami kelainan kaki bawaan lahir,” ujar Kompol Nana.

Menurut Kompol Nana, pelibatan Bhabinkamtibmas sejalan dengan arahan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo agar deteksi kasus CTEV dilakukan sedini mungkin. Jaringan Bhabinkamtibmas hingga tingkat RT, RW, dan dusun dinilai dapat membantu proses penemuan kasus di masyarakat.

Pola tersebut juga mengadopsi pengalaman program penemuan kasus TBC yang sebelumnya dijalankan Polda Jawa Tengah. Dengan pendekatan serupa, pencarian kasus CTEV diharapkan dapat dilakukan secara lebih luas dan terarah.

Program Peduli CTEV melibatkan sejumlah fasilitas kesehatan, yakni RSUD dr. Tjitrowardojo, RS PKU Muhammadiyah Kutoarjo, RS Aisyiyah Purworejo, serta Koordinator Bidan Puskesmas se-Kabupaten Purworejo. Dukungan juga diberikan MPKU Muhammadiyah, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial Kabupaten Purworejo.

Kerja sama tersebut mencakup empat tahapan utama, yakni deteksi dini, edukasi kepada keluarga, pendampingan psikososial dan moril, serta fasilitasi rujukan ke layanan kesehatan. Seluruh tahapan diarahkan agar anak yang ditemukan mengalami CTEV tidak terlambat mendapatkan penanganan.

Tenaga kesehatan yang hadir menjelaskan CTEV antara lain ditandai dengan posisi telapak kaki menghadap ke dalam. Jika ditangani sejak bayi melalui metode Ponseti atau fisioterapi, peluang anak untuk sembuh dan berjalan normal sangat besar.

“CTEV bukan aib. Ini kelainan medis yang bisa diobati. Kuncinya adalah deteksi cepat dan tidak menunda pengobatan,” ujarnya.

Sejumlah rumah sakit yang terlibat juga menyatakan kesiapan memberikan layanan penanganan sesuai standar medis. Dukungan tersebut diharapkan memperkuat proses rujukan setelah kasus ditemukan oleh petugas di lapangan.

Nana mengatakan program tersebut tidak hanya berorientasi pada penanganan medis, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masa depan anak-anak di Purworejo. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta bersama-sama memastikan tidak ada anak dengan CTEV yang luput dari pendataan dan penanganan.

“Ini bukan sekadar program sosial. Ini misi kemanusiaan. Kami ingin anak-anak Purworejo bisa tumbuh dan berjalan normal, punya masa depan yang setara,” ujarnya.

Melalui Program Peduli CTEV, Polres Purworejo berharap deteksi kelainan kaki bawaan dapat dilakukan sedini mungkin dengan dukungan jaringan Bhabinkamtibmas dan fasilitas kesehatan. Kolaborasi tersebut juga diharapkan menjadikan Kabupaten Purworejo sebagai salah satu daerah percontohan penanganan CTEV berbasis komunitas di Jawa Tengah. (Ags)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....