BBPOM dan DPR Edy: Tidak Cukup Makan Kenyang, Perhatikan Gizi Seimbang

  • 04 Agt 2026 22:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang - Memenuhi kebutuhan makan keluarga tidak cukup hanya membuat perut kenyang. Masyarakat juga diingatkan agar memperhatikan keamanan pangan serta kandungan gizi yang seimbang untuk mencegah stunting dan mewujudkan Generasi Emas 2045.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Tim Substansi Informasi dan Komunikasi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang, Theresiana Ari Wijayanti, saat memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, pemenuhan gizi harus dimulai sejak remaja putri, ibu hamil, hingga anak pada 1.000 hari pertama kehidupan.

"Kami ingin anak-anak Indonesia tidak ada yang mengalami stunting. Remaja putri harus mengonsumsi makanan bergizi, kemudian saat menjadi ibu juga harus menjaga asupan agar produksi ASI lancar sehingga bayi dapat memperoleh ASI eksklusif selama enam bulan," ujarnya.

Theresiana menjelaskan, setelah masa ASI eksklusif, orang tua perlu memberikan makanan pendamping yang bergizi agar tumbuh kembang balita berlangsung optimal. Perhatian terhadap gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan sangat menentukan kesehatan dan kecerdasan anak di masa depan.

Selain kandungan gizi, ia menekankan pentingnya memilih pangan yang aman. Masyarakat diminta memastikan makanan yang dikonsumsi bebas dari cemaran biologis, fisik, maupun kimia agar terhindar dari risiko keracunan.

"Jangan asal kenyang, tetapi lihat isi piring kita. Harus seimbang, ada karbohidrat, protein, dan vitamin. Jadi bukan sekadar kenyang, tetapi juga bergizi dan aman," tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto yang mengikuti kegiatan melalui Zoom mengingatkan persoalan stunting yang masih menjadi tantangan dalam mewujudkan Generasi Emas 2045. Ia menjelaskan, stunting tidak hanya memengaruhi tinggi badan anak, tetapi juga perkembangan otak sehingga berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Edy mengapresiasi penurunan angka stunting di Kabupaten Rembang yang dinilai terus membaik dibanding beberapa tahun lalu. Ia mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan potensi pangan loka.

“Rembang kaya potensi sumberdaya seperti ikan, telur, sayuran, dan bahan pangan bergizi lainnya. Nah masyarakatnya harus mau mengonsumsi itu, agar tidak mengalami kekurangan gizi, “ tutur Wakil Rakyat yang terus memperjuangkan layanan kesehatan masyarakat itu.

Ia menambahkan, pemerintah juga terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga diarahkan bagi ibu hamil dan ibu yang memiliki risiko melahirkan anak stunting. (Mif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....