Gandeng Kemenkes, Komisi IX DPR Dorong Kenaikan Cakupan Imunisasi Anak di Rembang
- 30 Jul 2026 20:50 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menggandeng Kementerian Kesehatan untuk mengedukasi masyarakat Kabupaten Rembang mengenai pentingnya imunisasi bagi anak melalui kegiatan sosialisasi, Kamis, 30 Juli 2026. Kegiatan yang digelar di Gedung KUD Mina, Kecamatan Kragan, itu bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong kenaikan cakupan imunisasi di daerah.
Sosialisasi tersebut diikuti ratusan warga Kecamatan Kragan dan menghadirkan Ketua Tim Kerja Imunisasi dan Anak Kementerian Kesehatan, dr. Gertrudis Tandy, bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang. Edukasi diberikan agar tidak ada anak yang tertinggal memperoleh perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi atau PD3I.
Edy Wuryanto mengatakan pemerintah telah menyiapkan layanan imunisasi di berbagai fasilitas kesehatan. Masyarakat diharapkan memanfaatkannya secara optimal.
"Program imunisasi bertujuan agar semua anak Indonesia mendapatkan imunisasi dan tidak ada yang tertinggal. Pemerintah sudah menyiapkan layanan, sehingga yang dibutuhkan adalah peran orang tua untuk mengantarkan anak ke fasilitas pelayanan imunisasi," ujarnya.
Menurut Edy, keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada kesiapan tenaga kesehatan maupun fasilitas pelayanan yang tersedia di setiap daerah. Dukungan orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta lingkungan sekitar dinilai sangat penting agar anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal.
Ketua Tim Kerja Imunisasi dan Anak Kementerian Kesehatan, dr. Gertrudis Tandy, menyampaikan capaian imunisasi di Jawa Tengah termasuk yang terbaik secara nasional. Ia menyebut cakupan imunisasi di Kabupaten Rembang sudah melampaui 50 persen, namun masih harus ditingkatkan.
"Capaian Kabupaten Rembang sudah lumayan bagus karena sudah di atas 50 persen. Namun target akhir tahun harus mencapai lebih dari 95 persen, sehingga masih perlu kerja sama semua pihak agar target tersebut bisa tercapai," katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar mempersiapkan anak menghadapi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang akan berlangsung pada Agustus mendatang. Ia meminta orang tua memastikan anak dalam kondisi sehat, sudah makan, dan tidak sedang demam sebelum menerima imunisasi di sekolah agar pelaksanaannya berjalan lancar.
"Dukungan orang tua sangat penting, karena anak usia sekolah biasanya lebih sensitif secara psikologis. Persiapkan mereka dengan baik agar tidak takut saat mengikuti imunisasi," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. M. Rehulina, mengatakan, masih ada sebagian orang tua yang enggan mengimunisasikan anak karena khawatir terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), isu kehalalan vaksin, maupun pengaruh informasi yang tidak benar. Selain itu, penjangkauan anak tidak sekolah dan kelompok rentan dalam pelaksanaan BIAS juga membutuhkan upaya lebih besar.
Rehulina menambahkan, tantangan lain adalah pendataan imunisasi bayi yang dilakukan di fasilitas kesehatan swasta maupun praktik mandiri dokter dan bidan. Pelaporan yang belum sepenuhnya terintegrasi dengan puskesmas menyebabkan proses pendataan dan pemantauan cakupan imunisasi masih perlu diperkuat. (Mif)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....