Mengapa Kol Goreng Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Terlalu Sering?
- 05 Agt 2026 09:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Kol goreng sudah lama menjadi pelengkap favorit di warung pecel lele, ayam goreng, hingga bebek goreng. Rasanya yang gurih dan renyah membuat banyak orang memilihnya dibanding lalapan mentah.
Di balik rasanya yang nikmat, kol goreng ternyata tidak sebaik kol yang dikonsumsi segar. Proses menggoreng dengan suhu tinggi dapat mengurangi sebagian kandungan gizi yang ada di dalamnya.
Kol juga menyerap minyak saat digoreng. Karena itu, jika dimakan terlalu sering, asupan lemak dari makanan bisa ikut bertambah, apalagi jika disajikan bersama lauk yang juga digoreng.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah minyak yang digunakan untuk menggoreng. Minyak yang dipakai berulang kali dapat mengalami penurunan kualitas dan kurang baik jika terus dikonsumsi.
Meski begitu, bukan berarti kol goreng harus dihindari. Menikmatinya sesekali masih bisa dilakukan sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
Agar lebih sehat, kol goreng bisa dipadukan dengan sayuran segar atau buah dalam menu sehari hari. Cara sederhana ini membantu tubuh tetap mendapatkan asupan serat dan vitamin yang cukup.
Pada akhirnya, yang perlu dijaga bukan hanya pilihan makanannya, tetapi juga cara mengolah dan seberapa sering mengonsumsinya. Kol goreng tetap bisa dinikmati, asalkan tidak menjadi menu yang hadir di setiap waktu makan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....