Gejala Kanker Paru Kerap Diabaikan, Banyak Pasien Baru Datang saat Stadium Lanjut
- 31 Jul 2026 15:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID., Semarang - Menjelang Hari Kanker Paru Sedunia yang diperingati setiap 1 Agustus, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap gejala awal kanker paru yang sering kali dianggap sebagai keluhan biasa. Kondisi tersebut menyebabkan banyak pasien baru memeriksakan diri ketika penyakit telah memasuki stadium lanjut sehingga penanganannya menjadi lebih kompleks.
Dokter Spesialis Paru (Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi) sekaligus Sekretaris IDI Cabang Kota Semarang, dr. Prihatin Iman Nugroho, M.Kes., Sp.P., mengatakan keterlambatan diagnosis masih menjadi tantangan dalam penanganan kanker paru di Indonesia. Menurutnya, rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan berkala turut memengaruhi banyaknya kasus yang ditemukan pada stadium lanjut.
"Masyarakat sering kali baru datang ke pelayanan kesehatan ketika keluhan tidak kunjung membaik. Hal-hal itu yang kemudian menjadikan kanker paru di Indonesia sering ditemukan saat stadiumnya sudah lanjut," ujarnya kepada RRI, Jumat, 31 Juli 2026.

Ia menjelaskan, gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk berkepanjangan, batuk berdarah, sesak napas, nyeri dada, serta penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas. Apabila gejala tersebut muncul, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk memastikan penyebabnya dan memperoleh penanganan sedini mungkin.
Menurutnya, deteksi dini memberikan peluang pengobatan yang lebih baik dibandingkan jika kanker baru diketahui pada stadium lanjut. Pada stadium awal, pasien masih berpeluang menjalani tindakan operasi maupun terapi lain yang lebih efektif, sedangkan pada stadium lanjut penanganan umumnya memerlukan kemoterapi, radioterapi, atau terapi lanjutan lainnya.
"Ketika kasus kanker paru ditemukan lebih dini, tentu potensi peningkatan kualitas hidup dan proses penanganannya akan jauh lebih baik. Dibandingkan ketika sudah masuk stadium lanjut," katanya.
Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala, masyarakat juga diimbau menerapkan pola hidup sehat dengan tidak merokok, menghindari paparan asap dan polusi udara, menggunakan alat pelindung diri saat diperlukan, serta melakukan medical check up secara berkala. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan deteksi dini sekaligus menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker paru.(imm)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....