Edy Wuryanto Dorong Perubahan Sistem Rujukan Kesehatan Berbasis Kompetensi

  • 14 Jul 2026 08:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendorong perubahan sistem rujukan pelayanan kesehatan nasional dari pola berjenjang menjadi berbasis kompetensi rumah sakit. Kebijakan tersebut dinilai dapat mempercepat penanganan pasien sekaligus meningkatkan efisiensi biaya pelayanan kesehatan.

Menurutnya , sistem rujukan yang selama ini berlaku mengharuskan pasien melalui tahapan berjenjang dari puskesmas ke rumah sakit tipe D, kemudian tipe C hingga tipe B. Proses tersebut kerap membuat pasien harus berpindah dari satu fasilitas kesehatan ke fasilitas lainnya sebelum mendapatkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan medisnya.

"Ke depan, rujukan akan diatur berdasarkan kompetensi rumah sakit. Dokter di puskesmas sudah mengetahui rumah sakit mana yang memiliki layanan unggulan untuk penyakit jantung, kanker, stroke, maupun penyakit lainnya, sehingga pasien bisa langsung dirujuk ke rumah sakit yang tepat," kata Edy Wuryanto saat sosialisasi tentang rujukan layanan kesehatan di Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Senin 13 Juli 2026.

Ia menjelaskan, sistem baru tersebut mengubah dasar rujukan yang sebelumnya mengacu pada klasifikasi tipe rumah sakit menjadi berdasarkan kemampuan atau kompetensi layanan yang dimiliki masing-masing rumah sakit. Dengan pola itu, pasien dapat memperoleh penanganan lebih cepat tanpa harus melalui beberapa tahapan rujukan.

Implementasi sistem rujukan berbasis kompetensi mulai disiapkan di Jawa Tengah melalui pembagian layanan unggulan pada sejumlah rumah sakit daerah. RSUD Rembang, misalnya, dipersiapkan sebagai rumah sakit rujukan layanan jantung setelah diperkuat dengan fasilitas cathlab.

Sementara itu, RSUD Blora akan difokuskan sebagai pusat rujukan layanan kesehatan jiwa, sedangkan RSUD Cepu dikembangkan untuk penanganan penyakit infeksi. “Pembagian kompetensi tersebut diharapkan dapat memperluas akses layanan spesialis sekaligus mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit tertentu,” jelasnya.

Selain penguatan fasilitas, distribusi tenaga dokter juga akan disesuaikan dengan kebutuhan layanan unggulan di masing-masing rumah sakit. Menurut Edy, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem rujukan berbasis kompetensi yang lebih efektif, cepat, dan merata bagi masyarakat.(Mif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....