Tak Harus Tunggu Gejala, Skrining Kanker Payudara Bantu Deteksi Lebih Dini

  • 12 Agt 2026 15:06 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Screening kanker payudara penting untuk mendeteksi kelainan sebelum seseorang merasakan gejala, sehingga memungkinkan penanganan lebih awal dan pencegahan komplikasi kesehatan yang lebih berat.
  • Deteksi dini melalui screening memungkinkan penanganan dilakukan lebih cepat dan tepat untuk meningkatkan kesuksesan pengobatan dan menurunkan risiko penyakit yang lebih serius.
  • Menurut Pengamat Kesehatan Universitas Diponegoro, screening adalah upaya untuk mendapatkan informasi medis sedini mungkin guna mendukung keputusan penanganan kesehatan yang lebih baik.

RRI.CO.ID, Semarang - Skrining kanker payudara dinilai penting untuk menemukan kelainan sejak dini, bahkan sebelum seseorang merasakan keluhan. Deteksi lebih awal memungkinkan penanganan dilakukan lebih cepat dan tepat sehingga risiko masalah kesehatan yang lebih berat dapat ditekan.

Hal tersebut disampaikan Pengamat Kesehatan Universitas Diponegoro, Ari Udijono dalam wawancara bersama RRI, Rabu 12 Agustus 2026. “Deteksi skrining itu adalah suatu upaya kita untuk mendapatkan informasi sedini mungkin,” katanya.

Ia menekankan, masyarakat yang mengikuti skrining perlu terbuka dan tidak malu. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kondisi yang membutuhkan tindak lanjut, masyarakat diharapkan mengikuti anjuran tenaga kesehatan dan tidak berhenti pada tahap pemeriksaan awal.

Ari menilai rasa malu dan takut masih menjadi tantangan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah dan tenaga kesehatan perlu menggunakan pendekatan komunikasi yang sesuai dengan karakter budaya masing-masing daerah.

Menurutnya, keterlibatan tokoh atau orang kunci di setiap wilayah juga dapat membantu menyampaikan informasi mengenai pentingnya skrining. Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat Indonesia memiliki keragaman budaya dan agama yang tinggi.

Lebih luas, Ari mengatakan program skrining merupakan bagian dari perubahan paradigma kesehatan, dari orientasi kuratif menuju promotif dan preventif. Masyarakat didorong untuk tidak hanya menunggu hingga sakit, tetapi melakukan upaya pencegahan dan menemukan potensi masalah kesehatan lebih awal.

Ia berharap masyarakat yang menjadi sasaran program skrining tidak ragu mengikuti program pemerintah. Setelah kelainan ditemukan melalui penapisan, pemeriksaan dapat dilanjutkan ke tahap diagnostik sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....