Ada 15 Kasus TB di Semarang Timur, Mahasiswa Undip Beri Edukasi Pencegahan ke Warga
- 30 Jul 2026 11:38 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Sebanyak 15 warga di Kecamatan Semarang Timur tercatat menderita tuberkulosis (TB). Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program edukasi Tuntaskan TB (Tuberkulosis) dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Kemijen Kota Semarang sejak 19 Juli 2026 hingga 10 Agustus 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan penyakit tersebut. Program Tuntaskan Tuberkulosis difokuskan pada edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya tuberkulosis, cara mencegah penularan, serta pentingnya menjalani pengobatan hingga tuntas agar tidak memicu resistensi antibiotik.
Ketua Tim KKN Undip, Muhammad Azka Ardhana, mengatakan program tersebut dirancang sebagai bentuk edukasi kesehatan masyarakat yang berfokus pada upaya pencegahan TB sekaligus pengendalian risiko resistensi antibiotik. "Program Tuntaskan TB ini merupakan kegiatan edukasi kesehatan masyarakat yang berfokus pada upaya pencegahan tuberkulosis hingga pengendalian risiko terjadinya resistensi antibiotik," ujarnya saat dihubungi, Kamis, 30 Juli 2026.
Ia juga menyampaikan, dalam pelaksanaannya, tim KKN tidak hanya menyampaikan materi secara langsung, tetapi juga membagikan berbagai media edukasi. Peserta memperoleh poster kesehatan dan dagusibu book yang dilengkapi QR Code sebagai sarana untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi mengenai penggunaan obat yang benar.
“Selain itu, masyarakat diperkenalkan dengan produk herbal berbahan tanaman obat keluarga (Toga). Produk tersebut diseduh langsung di lokasi kegiatan sehingga peserta dapat mencicipinya sekaligus memperoleh penjelasan mengenai manfaatnya sebagai pendamping pengobatan, bukan sebagai pengganti Obat Anti Tuberkulosis (OAT),” katanya.
Edukasi juga menekankan pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyebaran TB. Tim KKN memberikan pemahaman mengenai etika saat batuk, pentingnya menjaga ventilasi rumah agar sirkulasi udara tetap baik, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko penularan penyakit.
Sementara itu, Lurah Kemijen, Bambang Sumbodo, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, program Tuntaskan Tb memberikan tambahan pengetahuan bagi masyarakat mengenai tuberkulosis dan upaya pencegahannya sehingga dapat meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kesehatan.
“Saya berterima kasih pada KKN Undip sudah memberikan penjelasan ya terkait penyakit TB ini. Harapan saya semoga dengan adanya program ini warga menjadi lebih sadar, bisa menjaga kesehatan, dan kelurahan Kemijen menjadi daerah yang bebas dari penyakit TB” kata Bambang.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan penyampaian materi yang sederhana sehingga mudah dipahami peserta. Warga tampak aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai penanganan penyakit TB di lingkungan mereka, sehingga proses edukasi berjalan dua arah.(Indri/mg)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....