RSUP Dr Kariadi Pisahkan Kembar Siam Shayna dan Shazia, Butuh Evaluasi 18 Bulan

  • 22 Agt 2026 00:17 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Bayi kembar siam, Shayna Yumna Arcilla dan Shazia Yumna Arasely, asal Kabupaten Jepara akhirnya berhasil dipisahkan tim medis RSUD Dr Kariadi. Sebelum operasi pemisahan kedua bayi yang lahir pada 12 Januari 2025, tim multidisiplin RSUP Kariadi membutuhkan waktu evaluasi selama satu tahun enam bulan atau 18 bulan.

Shayna- Shazia merupakan kembar siam jenis ischiopagus tetrapus, di mana dua bayi mengalami perlekatan pada bagian panggul dan mempunyai empat kaki. Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi Semarang, dr Agus Akhmadi, mengatakan, keberhasilan ini menjadi bagian penting dari perjalanan panjang kedua anak, sekaligus menunjukkan kuatnya kolaborasi berbagai tenaga kesehatan dalam menangani kasus yang membutuhkan perencanaan dan pendampingan secara menyeluruh.

"Shayna dan Shazia telah mendapatkan pendampingan RSUP Dr Kariadi sejak masih berada dalam kandungan. Setelah melalui berbagai evaluasi dan persiapan selama lebih dari satu tahun, tim multidisiplin RSUP Kariadi berhasil melakukan operasi pemisahan terhadap kedua bayi tersebut," kata Agus.

Menurut dia, keberhasilan tersebut bukan hanya tentang sebuah operasi, tetapi kerja bersama banyak pihak yang melibatkan berbagai dokter spesialis, perawat, dan tenaga kesehatan. Termasuk tim pendukung bekerja secara terkoordinasi sejak tahap perencanaan, pelaksanaan pemisahan, perawatan intensif hingga masa pemulihan.

Ia menekankan, keselamatan serta masa depan kedua anak menjadi perhatian utama dalam setiap tahap pelayanan, keberhasilan ini buah dari komitmen, kerja keras, kolaborasi, serta doa dan dukungan berbagai pihak. Capaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi RSUP Dr Kariadi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam menangani kasus-kasus kompleks yang membutuhkan kerja sama berbagai bidang.

Agus menjelaskan, Shayna dan Shazia kondisinya stabil setelah menjalani perawatan dan pemulihan secara bertahap. Memasuki tahap pemulangan, koordinasi dilakukan RSUP Kariadi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara dan Puskesmas Nalumsari 1 agar pendampingan terhadap kedua anak dapat terus berlangsung ketika kembali ke rumah.

"Pemulangan bukan berarti perjalanan pelayanan telah selesai, Shayna dan Shazia masih membutuhkan pemantauan kesehatan, tumbuh kembang, rehabilitasi, serta tindak lanjut sesuai kebutuhan. RSUP Dr Kariadi tetap membuka koordinasi dengan fasilitas kesehatan di daerah untuk memastikan kesinambungan pelayanan bagi keduanya," ungkapnya.

Pihaknya mengapresiasi kepada keluarga Shayna dan Shazia atas kepercayaan yang diberikan, serta kepada Pemerintah Kabupaten Jepara, Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, fasilitas kesehatan setempat dan seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan kedua anak. Keberhasilan pemisahan Shayna dan Shazia bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari kehidupan baru bagi keduanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....