Shayna-Shazia, Bayi Kembar Siam Keempat yang Ditangani RSUP Dr Kariadi Semarang

  • 22 Agt 2026 03:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - RSUP dr Kariadi Semarang sukses menjalani operasi pemisahan bayi kembar siam, Shayna Yumna Arcilla dan Shazia Yumna Arasely, asal Kabupaten Jepara. Shayna-Shazia yang berhasil dipisahkan melalui operasi selama sekitar 12 jam ini menjadi bayi kembar siam keempat yang ditangani tim medis RSUP Kariadi.

Dokter Spesialis Bedah Anak RSUP Dr. Kariadi, dr Agoes Wibisono SpBA FIAPS mengatakan, tidak semua bayi kembar siam yang ditangani RS Kariadi ini bisa dipisahkan. "Sebelumnya pernah ada kasus bayi kembar siam dengan organ vital seperti jantungnya menyatu, sehingga tidak mungkin dilakukan operasi pemisahan," ujarnya saat memberikan keterangan pers di aula Gedung Penunjang RSUP Dr Kariadi, Jumat, 21 Agustus 2026.

Mengenai bayi kembar siam Shayna-Shazia ini, pihaknya menjelaskan, operasi pemisahan yang dilakukan tim multidisiplin RSUP Kariadi berlangsung sekitar 12 jam. Sebelumnya, tim medis harus melakukan beberapa tindakan operasi, salah satunya membuat lubang pembuangan Buang Air Besar (BAB) pada bagian perut masing-masing bayi kembar siam.

"Kami melakukan tindakan ini karena saluran pencernaan bagian bawah pada kedua bayi ini strukturnya menyatu. Tim memasang tissue expander untuk memperluas jaringan kulit, supaya nantinya kulit bisa dipakai sebagai penutup bagian tubuh setelah kedua bayinya dipisahkan," ungkapnya.

Agoes menyatakan, operasi pemisahan ini tidak tercover dalam pembiayaan BPJS Kesehatan, namun biaya yang dikeluarkan juga tidak dibebankan kepada pihak keluarga. RSUP Kariadi yang menanggung biaya penanganan operasi pemisahan Shayna-Shazia, dengan estimasi biayanya sekitar Rp200 juta.

Pihaknya menuturkan, dokter juga memeriksa endoskopi untuk mengetahui kondisi organ reproduksi dan saluran kemih kedua bayi. Ternyata kondisi kandung kemih kedua bayi itu menyatu, sehingga ini jadi tantangan utama bagi tim medis.

"Bayi kembar siam ini kondisi kandung kemihnya menyatu, sehingga jadi dasar untuk mengambil keputusan membagi dua kandung kemih itu," tandasnya. Sebelum operasi, tim radiologi juga melakukan pemeriksaan secara menyeluruh supaya dokter bisa memetakan kondisi organ kedua bayi.

Ayah bayi kembar siam, Sholikhul Huda (29) merasa sangat bersyukur atas penanganan yang diberikan rumah sakit. "Terima kasih kepada seluruh dokter, perawat, dan tenaga kesehatan yang telah mendampingi kedua anak saya," ungkap Sholikhul yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bangunan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....