DPR RI Edy Wuryanto Dorong Percepatan Penanggulangan TBC di Rembang

  • 12 Jul 2026 17:41 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang - Upaya pemberantasan tuberkulosis (TBC) terus diperkuat di Kabupaten Rembang melalui deteksi dini dan penanganan menyeluruh terhadap penderita. Selain pasien, anggota keluarga yang memiliki kontak erat juga akan mendapatkan pemeriksaan dan pendampingan.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, saat sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bersama Kementerian Kesehatan di Gedung Serbaguna Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Minggu 12 Juli 2026.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan warga sebagai bagian dari edukasi pencegahan penyakit menular , sekaligus kampanye Germas oleh Dinas Kesehatan setempat. Dalam momen tersebut tampak, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang, Fahrudin hadir bersama sejumlah anggota DPRD Rembang.

Edy mengatakan, Kementerian Kesehatan sebelumnya telah menyerahkan bantuan alat rontgen mobile dan Tes Cepat Molekuler (TCM) kepada Pemerintah Kabupaten Rembang. Bantuan itu diharapkan mampu mempercepat proses deteksi dan diagnosis penyakit TBC di masyarakat.

"Beberapa waktu lalu saya dan Wamenkes ke sini untuk memberikan alat rontgen mobile dan alat untuk TCM tes cepat molekuler. Data penderita TBC di Dinas Kesehatan Rembang itu akan di-tracking, dicek lagi foto rontgen dan keluarganya," kata Wakil Rakyat yang juga Akademisi di Universitas Muhammadiyah Semarang itu.

Menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang akan menindaklanjuti seluruh data penderita TBC yang telah tercatat. Petugas akan melakukan pelacakan, pemeriksaan rontgen, serta pemeriksaan terhadap anggota keluarga yang berisiko tertular.

Apabila hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan dugaan TBC, pasien akan menjalani Tes Cepat Molekuler untuk memastikan diagnosis. Setelah dipastikan positif, penderita beserta keluarganya akan mendapatkan penanganan secara menyeluruh hingga dinyatakan tuntas.

"Bahkan kalau dia meragukan tidak menderita, itu akan diberikan terapi. Nama terapinya terapi pencegahan TBC," ujarnya.

Edy menegaskan, penanggulangan TBC menjadi salah satu program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden RI. Hal itu ditunjukkan dengan peningkatan anggaran penanganan TBC dari sekitar Rp2 triliun menjadi Rp4 triliun.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan akan mengoptimalkan layanan rontgen mobile agar masyarakat lebih mudah mengakses pemeriksaan. Pelayanan tidak hanya dilakukan di puskesmas atau rumah sakit, tetapi juga dapat menjangkau balai desa maupun lokasi umum lainnya.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap kasus TBC dapat ditemukan lebih cepat sehingga penularannya bisa ditekan. Deteksi dini juga dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan dan melindungi masyarakat dari penyebaran penyakit tersebut. (Mif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....