Perkuat Akses Layanan, BPJS Kesehatan Optimalkan Inovasi
- 02 Jul 2026 19:01 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memperkuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Memasuki lebih dari satu dekade penyelenggaraannya, Program JKN dinilai mampu menjaga keberlanjutan layanan melalui tata kelola yang baik, kondisi keuangan yang sehat, serta inovasi layanan berbasis digital.
Capaian tersebut dipaparkan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 secara daring, Kamis, 2 Juli 2026. Kegiatan itu menjadi bentuk pertanggungjawaban BPJS Kesehatan kepada publik atas penyelenggaraan Program JKN sepanjang tahun lalu.
"Program JKN bukan sekadar memberikan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya SDM Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Ketika masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa terbebani biaya yang besar, mereka dapat terus berkarya, meningkatkan produktivitas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa," ujarnya.
Hingga 31 Desember 2025, jumlah peserta Program JKN mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen dari total penduduk Indonesia. Sepanjang tahun yang sama, Program JKN mencatat lebih dari 725,3 juta pemanfaatan layanan kesehatan atau sekitar 1,9 juta layanan setiap hari.
"Angka tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN, sekaligus menunjukkan bahwa layanan kesehatan yang berkualitas semakin mudah diakses oleh peserta di seluruh Indonesia. Selain itu, BPJS Kesehatan secara konsisten memperkuat transformasi digital melalui berbagai kanal layanan," katanya.
Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, tingkat keaktifan peserta JKN di empat kabupaten/kota tercatat 71,59 persen. BPJS Kesehatan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan keaktifan peserta serta memperluas akses layanan kesehatan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, M. Idar Aries Munandar, mengatakan kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi langkah penting untuk meningkatkan capaian program. Ia juga menekankan perlunya penguatan jaringan fasilitas kesehatan agar pelayanan kepada peserta semakin optimal.
"Terkait persentase keaktifan peserta di Kabupaten Batang 71,07 persen, Kabupaten Pekalongan 64,85 persen, Kabupaten Pemalang 68,99 persen dan Kota Pekalongan 101,03 persen. Dengan total capaian keaktifan peserta JKN di empat kabupaten/kota tersebut sebesar 71,59 persen," terangnya saat ditemui di Aula BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan.
Idar menambahkan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Batang mencapai 99,24 persen, Kabupaten Pekalongan 100,38 persen, Kabupaten Pemalang 99,89 persen, dan Kota Pekalongan 99,46 persen. Meski demikian, peserta yang status kepesertaannya tidak aktif tidak dapat memanfaatkan layanan kesehatan sehingga masyarakat diimbau segera mengaktifkan kembali kepesertaannya.
"Peserta yang non aktif pasti tidak bisa memperoleh layanan kesehatan. Maka diimbau bagi Pekerja Bukan Penerima Upah Mandiri maupun Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan, agar bisa aktif kembali," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....