Ajak Warga Ikut BPJS Ketenagakerjaan, Edy Wuryanto: Iuran Lebih Murah dari Rokok

  • 29 Jul 2026 21:40 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang - Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengajak masyarakat untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja maupun kematian. Ajakan itu disampaikan saat sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan di Gedung Serba Guna Desa Pancur, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurut Edy, setiap penduduk pada dasarnya perlu memiliki perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan karena manfaatnya berbeda dengan BPJS Kesehatan. Ia menjelaskan, kecelakaan yang terjadi saat bekerja, termasuk dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja, dijamin melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Edy mencontohkan seorang petani yang mengalami luka akibat terkena pacul saat bekerja di sawah tidak ditanggung BPJS Kesehatan, melainkan BPJS Ketenagakerjaan. Begitu pula pekerja yang mengalami kecelakaan saat berangkat ke kantor, pembiayaannya menjadi tanggungan program JKK.

Ia mengatakan iuran BPJS Ketenagakerjaan sangat terjangkau, yakni mulai Rp16.800 per bulan. Menurutnya, besaran iuran tersebut jauh lebih kecil dibandingkan berbagai pengeluaran sehari-hari sehingga masyarakat dinilai mampu untuk ikut menjadi peserta.

"Saya menghimbau seluruh masyarakat Rembang untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Iurannya paling murah, tetapi manfaat yang diperoleh sangat besar," ujar Edy.

Selain perlindungan saat mengalami kecelakaan kerja, peserta juga memperoleh santunan kematian sebesar Rp42 juta. Bahkan, apabila meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, ahli waris berhak menerima santunan yang lebih besar disertai manfaat beasiswa bagi anak.

Edy menegaskan, program tersebut penting agar beban ekonomi keluarga tidak semakin berat ketika pencari nafkah mengalami musibah. Menurutnya, perlindungan sosial menjadi salah satu upaya menjaga kesejahteraan keluarga pekerja.

Salah seorang peserta sosialisasi, Suci, mengaku baru mengetahui adanya BPJS Ketenagakerjaan setelah mengikuti kegiatan tersebut. Selama ini ia hanya mengenal Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan.

"Baru tahu kalau ada BPJS Ketenagakerjaan juga. Tadinya tahunya cuma BPJS Kesehatan, setelah ikut sosialisasi ini jadi paham program-programnya. Nanti kalau sudah bekerja saya berminat ikut karena menurut saya penting," kata Suci.

Selama kegiatan berlangsung, Edy juga mengingatkan peserta agar menyimak materi yang disampaikan narasumber dari BPJS Ketenagakerjaan. Pada sesi penutup, ia memberikan sejumlah pertanyaan seputar program BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta.

Peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar memperoleh hadiah yang telah disiapkan panitia. Kegiatan berlangsung interaktif dan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. (Mif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....