Psikolog: Istirahat Bukan Kemewahan, Melain Kebutuhan untuk Cegah Burnout

  • 23 Jun 2026 17:12 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Banyak pekerja merasa bersalah ketika mengambil waktu istirahat di tengah padatnya pekerjaan. Padahal, istirahat merupakan kebutuhan penting untuk menjaga kesehatan mental sekaligus mencegah burnout akibat stres kerja berkepanjangan.

Psikolog Klinis Mayantara Psychology Semarang, Nuraini Dyah R., menegaskan, istirahat bukan merupakan bentuk kemalasan ataupun upaya menghindari tanggung jawab pekerjaan. "Istirahat adalah kebutuhan agar kita mampu bekerja dengan lebih baik, kita bukan mesin yang bisa bekerja tanpa henti," katanya.

Menurut Nuraini, saat seseorang mulai merasa sangat lelah atau menunjukkan tanda-tanda burnout, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghentikan aktivitas sejenak dan melakukan relaksasi. Salah satu teknik yang dapat diterapkan adalah metode pernapasan 4-4-6.

Seseorang dapat menarik napas selama empat hitungan, menahan napas empat hitungan, lalu mengembuskannya selama enam hitungan. Teknik tersebut dapat diulang lima hingga sepuluh kali hingga tubuh terasa lebih rileks.

Selain itu, pekerja juga dapat menggunakan teknik grounding 5-4-3-2-1 untuk mengembalikan fokus pada kondisi saat ini. Teknik ini dilakukan dengan menyebutkan lima hal yang dapat dilihat, empat hal yang dapat dirasakan, tiga hal yang dapat didengar, dua hal yang dapat dicium, dan satu hal yang dapat dikecap.

Nuraini juga menyoroti pentingnya membangun batas yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Menurutnya, pekerja perlu berani menetapkan jam kerja yang tegas dan menghindari membalas pesan pekerjaan di luar jam kerja jika tidak bersifat mendesak.

"Batasan bukan berarti egois. Justru itu bentuk menjaga kesehatan diri dan menghargai diri sendiri," katanya.

Ia menambahkan, pekerja yang mampu beristirahat dengan sehat umumnya lebih produktif, kreatif, dan mampu mengambil keputusan dengan lebih baik dibandingkan mereka yang terus memaksakan diri bekerja tanpa jeda. Oleh karena itu, Nuraini mengimbau para pekerja untuk tidak ragu memanfaatkan waktu istirahat maupun cuti sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan mental dan keseimbangan hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....