Inovasi Digitalisasi Flowsheet untuk Rekam Medis ICU
- 10 Jun 2026 15:02 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Komitmen dunia akademik dalam menjawab tantangan transformasi digital di sektor kesehatan terus dibuktikan oleh civitas akademika. Melalui inovasi nyata, Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Negeri Semarang (UNNES) berhasil mengembangkan Modul Rekam Medis Elektronik (RME) Flowsheet ICU untuk mendigitalisasi lembar observasi manual bagi pasien kritis secara real-time.
Langkah strategis ini diadopsi langsung oleh fasilitas kesehatan mitra sebagai bentuk hilirisasi riset dan pengabdian masyarakat dari kampus berwawasan konservasi. Kehadiran modul ini menjadi solusi mutakhir untuk menggantikan pencatatan kertas di ruang perawatan intensif (Intensive Care Unit/ICU) melalui sistem navigasi dual-tab (Monitoring dan Catatan Perkembangan) serta Sticky Identity Frame yang menjaga informasi penting pasien tetap terpantau secara konstan di layar.
Pengembangan proyek ini merupakan salah satu perwujudan nyata dari visi UNNES dalam menghasilkan teknologi tepat guna yang berdampak langsung bagi masyarakat luas. Melalui keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa, Prodi Sistem Informasi UNNES berhasil merancang arsitektur perangkat lunak yang andal sekaligus membuktikan bahwa kompetensi akademik kampus mampu menyuplai kebutuhan digital industri kesehatan yang serbacepat dan presisi.
Inovasi rekam medis digital di ruang intensif ini sendiri dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak akan efisiensi kerja tenaga medis. Pada metode konvensional, perawat kerap menghabiskan waktu yang signifikan hanya untuk melakukan pencatatan manual per jam, di mana proses manual tersebut juga memiliki risiko tinggi terhadap kesalahan kalkulasi klinis (human error).
Hal tersebut diakui langsung oleh IF (45), salah satu perawat senior di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama yang menjadi mitra komunikasi intensif dalam pengembangan sistem ini. "Otomatisasi lewat sistem ini sangat mengurangi beban administratif kami di lapangan, sehingga perawat bisa lebih fokus merawat pasien secara langsung" ujarnya.
Di sinilah peran penting keahlian tata kelola data dan rekayasa perangkat lunak yang diajarkan di Prodi Sistem Informasi UNNES diimplementasikan. Tim pengembang merancang sistem yang mampu mengotomatiskan seluruh rekapitulasi data klinis. Perawat cukup memasukkan data observasi rutin, seperti Tanda-Tanda Vital (TTV), tingkat kesadaran (Skala GCS dan CPOT), parameter respirasi (ventilator mekanik), hingga kontrol glukosa darah. Melalui algoritma komputasi yang dirancang oleh tim SI UNNES, sistem secara otomatis mengalkulasi balance cairan serta mem-plot data tersebut ke dalam Interactive Trend Chart.
Grafik tren interaktif hasil rancangan Prodi SI UNNES ini menjadi instrumen krusial bagi dokter spesialis untuk membaca fluktuasi kondisi klinis pasien dalam hitungan detik. Visualisasi data yang akurat mendukung pengambilan keputusan medis darurat secara lebih presisi demi keselamatan jiwa pasien. Tidak hanya itu, sistem ini juga mengintegrasikan fitur pelacakan indikator mutu klinik dan audit PPI terkait durasi pemakaian alat medis (ETT, CVC, NGT) yang terpasang pada tubuh pasien.
Melalui keberhasilan implementasi teknologi RME Flowsheet ICU ini, UNNES bersama Prodi Sistem Informasi membuktikan peran strategisnya sebagai motor penggerak digitalisasi nasional. Inovasi ini diharapkan mampu memangkas beban administratif perawat di ruang intensif secara signifikan, sehingga fokus pelayanan dapat sepenuhnya dialihkan untuk memberikan perawatan langsung yang optimal kepada pasien (bedside care). ( Kaila )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....