Jangan Hanya Sibuk Bekerja, Tubuh dan Pikiran Juga Butuh Liburan
- 11 Mar 2026 10:03 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Pagi berangkat kerja, malam pulang dalam keadaan lelah, lalu besok mengulang rutinitas yang sama lagi. Banyak orang merasa hidup produktif, padahal tubuh sebenarnya sedang meminta waktu beristirahat lebih lama.
Bekerja memang penting untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus memberi rasa pencapaian dalam kehidupan sehari-hari seseorang. Namun, ketika hidup hanya berisi pekerjaan, keseimbangan mental perlahan terganggu tanpa kita benar-benar menyadarinya.
Penelitian dari Harvard Business School menunjukkan, liburan mampu meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis seseorang secara nyata. Orang yang mengambil cuti secara rutin dilaporkan memiliki tingkat stres lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang berlibur.
Fenomena ini terlihat jelas pada kisah nyata seorang eksekutif perusahaan teknologi di Jepang bernama Kenji Tanaka. Selama bertahun-tahun ia bekerja hampir tanpa libur hingga akhirnya mengalami kelelahan ekstrem yang membuatnya harus dirawat.
Dokter kemudian mendiagnosisnya mengalami burn out, kondisi kelelahan mental akibat tekanan kerja berkepanjangan tanpa jeda pemulihan memadai. Setelah menjalani terapi dan mulai mengambil liburan rutin, kondisi kesehatan fisik dan emosinya perlahan membaik.
Kasus seperti ini bukan hal langka di dunia kerja modern yang serba cepat. Organisasi Kesehatan Dunia bahkan mengakui burnout sebagai fenomena akibat stres kerja kronis yang tidak berhasil dikelola dengan baik.
Liburan memberi kesempatan otak beristirahat dari tekanan keputusan, target, serta tanggung jawab yang terus datang setiap hari. Saat suasana berubah, tubuh mulai memproduksi hormon bahagia yang membantu menurunkan tingkat stres.
Penelitian dari University of Helsinki bahkan menemukan efek positif liburan dapat bertahan beberapa minggu. Artinya, jeda singkat dari rutinitas mampu memberi dampak panjang bagi kesehatan mental seseorang.
Oleh karena itu, liburan sebenarnya bukan sekadar bersenang-senang atau menghabiskan uang semata. Ia adalah cara sederhana menjaga keseimbangan hidup agar kita tetap sehat, produktif, dan bahagia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....